alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Biaya Operasional Bus Sekolah Ikut Dikepras Jadi Segini

GADINGREJO, Radar Bromo– Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk operasional bus sekolah tahun ini. Dalam setahun, operasional bus sekolah yang disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) setenpat menelan biaya Rp 130 juta. Adanya pandemi membuat operasional ini dikepras hingga lebih dari separo.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan, Samsul Arifin mengungkapkan, awalnya Dishub mengalokasikan Rp 130 juta melalui APBD 2020 bagi bus sekolah. Ini diperuntukkan mulai dari pembayaran tunjangan pegawai harian lepas (PHL), perawatan rutin hingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Dan hingga kini, anggaran yang terpakai sekitar Rp 30 juta.

“Paling tinggi itu untuk pengemudi yang berstatus PHL. Setiap hari ia diberi honor Rp 75 ribu. Total dalam setahun ia mendapatkan Rp 21.600.000. Sisanya perawatan rutin dan operasional lainnya,”ungkapnya.

Namun ia menyebut saat ini, biaya operasional ini tinggal Rp 45 juta saja. Pasalnya ada pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19. Puluhan juta ini diperuntukkan bagi honor PHL dan servis serta pemeliharaan rutin tiap bulan. Apalagi saat ini bus sekolah tidak beroperasi sebab kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan dalam bentuk dalam jaringan (daring).

Pihaknya memastikan operasional bus sekolah yang diperuntukkan hingga akhir Desember mendatang ini cukup. Sebab diperkirakan KBM di Kota Pasuruan tidak akan berlangsung dengan tatap muka hingga akhir tahun ini. Sehingga operasional yang disiapkan oleh Dishub hanya lah pembayaran PHL dan perawatan rutin saja setiap bulan.

“Dikepras lebih dari separo. Tapi kan KBM sekolah tidak dilakukan tatap muka. Insya Allah mencukupi. Operasional yang tersisa ini paling banyak tetap untuk membayar honor PHL,” sebut Samsul. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo– Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk operasional bus sekolah tahun ini. Dalam setahun, operasional bus sekolah yang disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) setenpat menelan biaya Rp 130 juta. Adanya pandemi membuat operasional ini dikepras hingga lebih dari separo.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan, Samsul Arifin mengungkapkan, awalnya Dishub mengalokasikan Rp 130 juta melalui APBD 2020 bagi bus sekolah. Ini diperuntukkan mulai dari pembayaran tunjangan pegawai harian lepas (PHL), perawatan rutin hingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Dan hingga kini, anggaran yang terpakai sekitar Rp 30 juta.

“Paling tinggi itu untuk pengemudi yang berstatus PHL. Setiap hari ia diberi honor Rp 75 ribu. Total dalam setahun ia mendapatkan Rp 21.600.000. Sisanya perawatan rutin dan operasional lainnya,”ungkapnya.

Namun ia menyebut saat ini, biaya operasional ini tinggal Rp 45 juta saja. Pasalnya ada pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19. Puluhan juta ini diperuntukkan bagi honor PHL dan servis serta pemeliharaan rutin tiap bulan. Apalagi saat ini bus sekolah tidak beroperasi sebab kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan dalam bentuk dalam jaringan (daring).

Pihaknya memastikan operasional bus sekolah yang diperuntukkan hingga akhir Desember mendatang ini cukup. Sebab diperkirakan KBM di Kota Pasuruan tidak akan berlangsung dengan tatap muka hingga akhir tahun ini. Sehingga operasional yang disiapkan oleh Dishub hanya lah pembayaran PHL dan perawatan rutin saja setiap bulan.

“Dikepras lebih dari separo. Tapi kan KBM sekolah tidak dilakukan tatap muka. Insya Allah mencukupi. Operasional yang tersisa ini paling banyak tetap untuk membayar honor PHL,” sebut Samsul. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/