alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Bathsul Masail Muskerwil PW NU Jatim, Bahas Hukuman Kebiri-Hak Korban Pedofil

PAITON, Radar Bromo – Musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) PW NU Jawa Timur resmi dimulai, Jumat (29/11) malam di Ponpes Nurul Jadid, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah agenda rencananya akan dibahas dalam Muskerwil pertama ini.

Sejumlah petinggi PW NU Jatim hadir dalam acara itu. Ada Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Musytamar dan jajaran pengurusnya. Lalu, Menakertrans RI Ida Fauziah, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Halim Iskandar, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Musytamar dalam sambutannya mengatakan, tantangan PW NU ke depan adalah menjaga kesatuan NKRI. Menurutnya, jika negara ambruk, maka akhirat akan ambruk.

“Jika Islamiah tidak ada watoniah, maka tidak akan sempurna. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, mari kita jaga bersama keutuhan ini,” ujarnya.

Menurutnya, NU memahami bahwa memperjuangkan agama berarti memperjuangkan negara. “Bagi NU, memerangi agama haram, juga memerangi negara haram. Ngisruh agama haram, maka ngisruh negara juga haram,” katanya.

Sementara itu, dalam Muskerwil ini akan ada beberapa agenda yang dibahas. Di antaranya, menguatnya ideologi Islam yang bersifat trans-nasional. Baik yang beraliran salafisme (wahabisme), maupun ideologi fundamentalisme lain yang tidak toleran terhadap ideologi moderat lain. Ini akan dibahas di Komisi Program.

Lalu di Komisi Bahtsul Masail, akan membahas mengenai salat duduk di kursi, transaksi dan zakat e-emas, menaikkan batas usia nikah 19 tahun, hukum kebiri, dan hak korban pedofilia. Muskerwil ini sendiri digelar juga untuk mempersiapkan konsolidasi satu abad NU.

Gubernur Jatim Khofifah dalam sambutannya meminta NU untuk memperkuat fasilitas kesehatan (faskes). Seperti rumah sakit. Menurutnya, saat ini rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak.

Sebagai fasilitas kesehatan, rumah sakit bisa memerangi stunting yang merupakan potret kemiskinan di masa depan. Sementara di Jawa Timur, menurutnya, ada beberapa daerah yang punya angka stunting tinggi.

“Saya juga pernah diskusi dengan Jawa Pos Grup. Dari hasil tersebut, diketahu bahwa dari 10 daerah termiskin satu di antaranya adalah kalangan Nahdliyin. Salah satunya Sampang, Pamekasan, dan Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Dengan kondisi ini, menurutnya, faskes penting untuk ditingkatkan. Dan salah satunya melalui NU.

Muskerwil sendiri akan digelar hingga hari ini (30/11). Pembahasan mengenai sejumlah masalah, akan dibahas oleh komisi-komisi hingga pukul 14.00. (sid/hn)

PAITON, Radar Bromo – Musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) PW NU Jawa Timur resmi dimulai, Jumat (29/11) malam di Ponpes Nurul Jadid, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah agenda rencananya akan dibahas dalam Muskerwil pertama ini.

Sejumlah petinggi PW NU Jatim hadir dalam acara itu. Ada Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Musytamar dan jajaran pengurusnya. Lalu, Menakertrans RI Ida Fauziah, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Halim Iskandar, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Musytamar dalam sambutannya mengatakan, tantangan PW NU ke depan adalah menjaga kesatuan NKRI. Menurutnya, jika negara ambruk, maka akhirat akan ambruk.

“Jika Islamiah tidak ada watoniah, maka tidak akan sempurna. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, mari kita jaga bersama keutuhan ini,” ujarnya.

Menurutnya, NU memahami bahwa memperjuangkan agama berarti memperjuangkan negara. “Bagi NU, memerangi agama haram, juga memerangi negara haram. Ngisruh agama haram, maka ngisruh negara juga haram,” katanya.

Sementara itu, dalam Muskerwil ini akan ada beberapa agenda yang dibahas. Di antaranya, menguatnya ideologi Islam yang bersifat trans-nasional. Baik yang beraliran salafisme (wahabisme), maupun ideologi fundamentalisme lain yang tidak toleran terhadap ideologi moderat lain. Ini akan dibahas di Komisi Program.

Lalu di Komisi Bahtsul Masail, akan membahas mengenai salat duduk di kursi, transaksi dan zakat e-emas, menaikkan batas usia nikah 19 tahun, hukum kebiri, dan hak korban pedofilia. Muskerwil ini sendiri digelar juga untuk mempersiapkan konsolidasi satu abad NU.

Gubernur Jatim Khofifah dalam sambutannya meminta NU untuk memperkuat fasilitas kesehatan (faskes). Seperti rumah sakit. Menurutnya, saat ini rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak.

Sebagai fasilitas kesehatan, rumah sakit bisa memerangi stunting yang merupakan potret kemiskinan di masa depan. Sementara di Jawa Timur, menurutnya, ada beberapa daerah yang punya angka stunting tinggi.

“Saya juga pernah diskusi dengan Jawa Pos Grup. Dari hasil tersebut, diketahu bahwa dari 10 daerah termiskin satu di antaranya adalah kalangan Nahdliyin. Salah satunya Sampang, Pamekasan, dan Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Dengan kondisi ini, menurutnya, faskes penting untuk ditingkatkan. Dan salah satunya melalui NU.

Muskerwil sendiri akan digelar hingga hari ini (30/11). Pembahasan mengenai sejumlah masalah, akan dibahas oleh komisi-komisi hingga pukul 14.00. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/