alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Cara Mengenali Gejala-Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) sebelum Haid

PERIODE menstruasi setiap wanita bisa berbeda-beda. Namun, tidak semua perempuan dapat memprediksi waktu menstruasi masing-masing. Mereka biasanya menggunakan tanda-tanda yang dialami untuk mengenalinya.

Gejala menstruasi yang dialami oleh setiap wanita itu juga bisa berbeda. Tanda menstruasi atau yang biasa disebut premenstrual syndrome (PMS) biasanya terjadi sekitar satu hingga dua pekan sebelum menstruasi datang.

PMS merupakan permasalahan yang sering dialami oleh wanita setiap bulan, menjelang masa haidnya. Ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan konsentrasi dalam belajar atau bekerja, dan berakibat penurunan produktivitas.

Seseorang yang mengalami PMS biasanya mengeluhkan munculnya nyeri perut. Suka marah-marah dengan alasan yang tidak jelas. Padahal, gejala PMS tidak sesederhana itu.

Berdasar penelitian, gejala fisik yang dialami saat PMS, antara nyeri kepala, nyeri pada payudara, badan pegal-pegal, dan nyeri persendian. Selain itu, perut akan terasa begah, mudah berkeringat, hingga berjerawat.

”Biasanya dialami antara 6 sampai 10 hari sebelum menstruasi. Keluhan akan berkurang ketika menstruasi sudah terjadi,” ungkap dr Desi Nur Anggraini.

Menurut dokter berusia 28 tersebut, banyak faktor yang memengaruhi terjadinya PMS. Mulai faktor genetik, gaya hidup, pengetahuan, hingga hormonal. Faktor hormonal sangat berperan penting dalam terjadinya gejala nyeri dan mood swing atau perubahan suasana hati sebelum menstruasi.

PERIODE menstruasi setiap wanita bisa berbeda-beda. Namun, tidak semua perempuan dapat memprediksi waktu menstruasi masing-masing. Mereka biasanya menggunakan tanda-tanda yang dialami untuk mengenalinya.

Gejala menstruasi yang dialami oleh setiap wanita itu juga bisa berbeda. Tanda menstruasi atau yang biasa disebut premenstrual syndrome (PMS) biasanya terjadi sekitar satu hingga dua pekan sebelum menstruasi datang.

PMS merupakan permasalahan yang sering dialami oleh wanita setiap bulan, menjelang masa haidnya. Ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan konsentrasi dalam belajar atau bekerja, dan berakibat penurunan produktivitas.

Seseorang yang mengalami PMS biasanya mengeluhkan munculnya nyeri perut. Suka marah-marah dengan alasan yang tidak jelas. Padahal, gejala PMS tidak sesederhana itu.

Berdasar penelitian, gejala fisik yang dialami saat PMS, antara nyeri kepala, nyeri pada payudara, badan pegal-pegal, dan nyeri persendian. Selain itu, perut akan terasa begah, mudah berkeringat, hingga berjerawat.

”Biasanya dialami antara 6 sampai 10 hari sebelum menstruasi. Keluhan akan berkurang ketika menstruasi sudah terjadi,” ungkap dr Desi Nur Anggraini.

Menurut dokter berusia 28 tersebut, banyak faktor yang memengaruhi terjadinya PMS. Mulai faktor genetik, gaya hidup, pengetahuan, hingga hormonal. Faktor hormonal sangat berperan penting dalam terjadinya gejala nyeri dan mood swing atau perubahan suasana hati sebelum menstruasi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/