Dispendik Tunggu Kasus Oknum Guru yang Menipu Berkekuatan Hukum Tetap

KRAKSAAN, Radar Bromo – Perbuatan melawan hukum yang disangka dilakukan seorang guru SDN di Kabupaten Probolinggo, Mamik Suryaningsih, jadi perhatian Dinas Pendidikan (Dispendik). Namun, sejauh ini Dispendik masih menunggu kasusnya berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

Kepala Bidang Pembinaan Dispendik Kabupaten Probolinggo Sunalis mengaku kecewa dengan adanya oknum guru yang melanggar hukum. Apalagi, pembinaan yang bersifat umum maupun dari pihak sekolah sudah dilakukan. “Kami tentu menyayangkan. Saat ini sudah tidak zaman hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya tenaga pendidik atau pegawai negeri sipil (PNS) fokus dalam pengembangan diri. Tidak usah bermain dengan masalah hukum. “Sebab, untuk PNS mengenai kebutuhan sudah terpenuhi. Kan sudah terjamin. Kenapa masih melakukan itu (penipuan),” ujarnya.

Namun, Sunalis mengaku, masih akan mengkroscek mengenai apa yang telah dilakukan oleh tersangka. Termasuk akan mengecek ke korwil dan ke sekolah tempat tersangka mengajar. “Kami belum mengecek. Nanti kami cek dulu kebenaran informasinya. Saat ini kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” ujarnya.

Ditanya mengenai sanksi, ia mengatakan, masih belum mengetahui sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada oknum guru tersebut. Pihaknya masih menunggu kasusnya inkracht. Sanksi bagi tersangka akan dipertimbangkan dan dikomunikasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Jadi, menunggu inkracht dan nanti diserahkan kepada BKD,” ujarnya.

Diketahui, Mamik Suryaningsih diamankan anggota Polres Probolinggo. Perempuan yang mengajar di sebuah SDN di Kecamatan Maron ini disangka melakukan penipuan perekrutan pegawai bank. Korbannya, Siti Romlah, 23, warga Desa Brani, Kecamatan Maron.

Kepada korban, tersangka disebut-sebut meminta uang Rp 30 juta dan menjanjikan bisa bekerja sebagai pegawai bank. Namun, sampai batas waktu yang sudah disepakati, korban tak kunjung jadi pegawai bank. Karenanya, korban melaporkan tersangka ke Polres Probolinggo. Dan pekan lalu, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron, itu diamankan anggota Polres Probolinggo. (sid/rud/fun)