alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Tuesday, 24 November 2020

Dewan Pers Dorong Disusun SOP Liputan Aksi Unjuk Rasa

MALANG-Dewan Pers mendorong aparat Kepolisian menyusun standard operating procedure (SOP) menghadapi jurnalis di lapangan saat aksi unjukrasa. Tujuannya untuk mencegah aksi kekerasan, dan intimidasi terhadap jurnalis. Lantaran jurnalis rentan dan berpotensi menjadi korban kekerasan saat liputan unjuk rasa.

“Jurnalis menjalankan kerja jurnalistik, tak bisa dengan pendekatan SOP penaganan unjukrasa,” kata Ketua Komisi Hukum dan Perundangan-undangan Dewan Pers, Agung Dharmajaya dalam diskusi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang di Oase Cafe, Selasa malam (27/10).

SOP, katanya, bisa disusun bersama antara organisasi pers dengan aparat kepolisian setempat. Organisasi pers dan kepolisian diminta untuk duduk bersama menyusun SOP tersebut. Bahkan, Dewan Pers bersedia berkontribusi untuk memberi masukan dalam menyusun SOP tersebut.

Bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi kepada jurnalis antara lain kekerasan fisik, kekerasan verbal, penghapusan rekaman foto atau video, tekanan psikologi, dan doxing.

Jurnalis, kata Agung, bekerja mewakili publik dan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Barang siapa yang menghalangi kerja jurnalistik diancam hukuman pidana paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp 500 juta.

Dalam aksi unjuk rasa Omnibus Law di Malang, Kamis 8 Oktober 2020, sebanyak 15 jurnalis mengalami kekerasan. Seorang mengalami kekerasan fisik, selebihnya mengalami kekerasan secara verbal, intimidasi, dan penghapusan foto.

Menyikapi persoalan tersebut, Agung menjelaskan jurnalis yang menjadi korban bisa melaporkan kekerasan yang dialami ke Divisi Profesi dan Keamanan di Kepolisian.

“Dilengkapi dengan alat bukti yang cukup. Termasuk saksi,” katanya. Sesuai Pedoman Penanganan Kekerasan terhadap wartawan, laporan merupakan hak korban.

Namun, ia juga menghormati jika korban tak bersedia melaporkan perkara tersebut. Apalagi kejadian berlangsung 20 hari, yang sulit untuk menunjukkan alat bukti seperti hasil visum atas luka yang dialami korban.

Perusahaan pers tempat korban bekerja juga harus mendukung dan memberi bantuan. Termasuk bantuan hukum jika dibutuhkan. Selain itu, jurnalis juga harus menguasai keterampilan saat liputan aksi unjukrasa. Agar tetap bisa mendapat gambar eksklusif di posisi aman dan terlindung. “Tak ada berita seharga nyawa,” kata Agung.

Sementara itu, Ketua AJI Malang Mohammad Zainudin berharap tak terulang kejadian serupa. Jurnalis yang meliput aksi unjukrasa harus mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan diri.

Dalam menjalankan kerja jurnalistiknya, jurnalis juga diminta berpegang Undang-Undang Pers dan kode etik.“Keamanan dan keselamatan nomor satu,” ujarnya.

Zainudin menyerukan jurnalis untuk bersikap dan mempertahankan karya jurnalistiknya. Jika ada pihak yang mencoba menghapus foto atau video. Sebab, jurnalis mewakili publik dalam memberikan hak atas informasi. Sesuai Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).

AJI Malang turut mengundang Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata. Namun, Ia tak bersedia hadir. (mie)        

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Seniman Ludruk Probolinggo Cak Mukadi Tutup Usia  

Rencananya jenazah Cak Mukadi akan dimakamkan di TPU setempat, Selasa (24/11)

Masuk Tengah Kota, Truk Terguling di Depan Yon Zipur Probolinggo

Truk terjatuh di jalur terlarang untuk dilewati kendaraan besar seperti truk.

Bertahan di Tengah Pandemi, UMKM Harus Adaptasi dengan Digitalisasi

Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi

Tak Berizin, Satpol PP Turunkan Baliho Habib Rizieq di Bangil

Ada 3 baliho Habib Rizieq yang diturunkan di Bangil. Sementara di Pasrepan diturunkan sendiri oleh pemasang.

Rem Blong, Truk Tabrak Pagar-Pos Sekuriti di Sumbersuko Gempol  

Sopir truk selamat usai melompat sesaat sebelum terjadi tabrakan.