alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Tiga Tahun Kabupaten Pasuruan Tak Dapat Bantuan PUGAR

BANGIL – Tahun depan, tidak ada lagi bantuan program pengembangan usaha garam rakyat (PUGAR) untuk petambak garam di Kabupaten Pasuruan. Ini berarti, tiga tahun sudah kabupaten tidak dapat bantuan.

Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan pun mendorong petambak garam tetap mandiri. Meskipun, tidak mendapat bantuan dari pusat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, sejak 2017 memang tidak lagi ada bantuan PUGAR untuk kabupaten. PUGAR sendiri adalah program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memaksimalkan hasil garam di pesisir.

Caranya, mengembangkan usaha garam petambak tradisional. Sejumlah bantuan pun diberikan. Seperti bantuan geoisolator sampai pembangunan gudang penyimpanan garam dan jalan tambak garam.

Kabupaten Pasuruan rutin mendapat bantuan PUGAR sejak tahun 2011 sampai 2016. Baru di tahun 2017, bantuan tidak lagi didapat.

Alasan pemerataan, menurutnya, jadi faktor yang menyebabkan Kabupaten Pasuruan tidak lagi dapat bantuan PUGAR. Selain itu, karena jumlah kota dan kabupaten yang mendapat bantuan PUGAR makin sedikit.

“Setelah tahun 2017 tak dapat sampai tahun 2019 mendatang. Namun tidak masalah. Kami tetap mendorong petambak bisa mandiri,” ujarnya.

Lagi pula, menurutnya, beberapa tahun ini petambak garam di Kabupaten Pasuruan sudah banyak kemajuan dari sisi teknologi. Hasil produksi pun bagus.

“Meskipun sudah tidak lagi dapat program PUGAR, namun hasil garam cukup bagus. Terbukti di tahun ini dari target 15.250 ton bisa tercapat 22 ribu ton,” pungkasnya. (eka/hn)

BANGIL – Tahun depan, tidak ada lagi bantuan program pengembangan usaha garam rakyat (PUGAR) untuk petambak garam di Kabupaten Pasuruan. Ini berarti, tiga tahun sudah kabupaten tidak dapat bantuan.

Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan pun mendorong petambak garam tetap mandiri. Meskipun, tidak mendapat bantuan dari pusat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, sejak 2017 memang tidak lagi ada bantuan PUGAR untuk kabupaten. PUGAR sendiri adalah program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memaksimalkan hasil garam di pesisir.

Caranya, mengembangkan usaha garam petambak tradisional. Sejumlah bantuan pun diberikan. Seperti bantuan geoisolator sampai pembangunan gudang penyimpanan garam dan jalan tambak garam.

Kabupaten Pasuruan rutin mendapat bantuan PUGAR sejak tahun 2011 sampai 2016. Baru di tahun 2017, bantuan tidak lagi didapat.

Alasan pemerataan, menurutnya, jadi faktor yang menyebabkan Kabupaten Pasuruan tidak lagi dapat bantuan PUGAR. Selain itu, karena jumlah kota dan kabupaten yang mendapat bantuan PUGAR makin sedikit.

“Setelah tahun 2017 tak dapat sampai tahun 2019 mendatang. Namun tidak masalah. Kami tetap mendorong petambak bisa mandiri,” ujarnya.

Lagi pula, menurutnya, beberapa tahun ini petambak garam di Kabupaten Pasuruan sudah banyak kemajuan dari sisi teknologi. Hasil produksi pun bagus.

“Meskipun sudah tidak lagi dapat program PUGAR, namun hasil garam cukup bagus. Terbukti di tahun ini dari target 15.250 ton bisa tercapat 22 ribu ton,” pungkasnya. (eka/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/