alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Duh, Sarana Olahraga di Kab Probolinggo Semakin Berkurang

DRINGU – Sebelum maraknya teknologi, dulu di desa-desa di Kabupaten Probolinggo, banyak sarana dan prasarana untuk berolahraga. Namun, dewasa ini sarana dan prasarana itu sedikit demi sedikit menghilang. Karenanya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo mengaku prihatin melihat kondisi ini.

Hal itu diungkapkan Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Cholid Abu Bakar. Ia mengaku, sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Sebab, di sejumlah desa sudah berkurang fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan lapangan sepak bola. Padahal, banyak dan hampir semua desa memiliki. “Sekarang sudah tidak ada. Sudah hilang. Padahal, adanya fasilitas olahraga itu sangat bagus. Terutama, pada pembibitan atlet usia dini,” ujarnya.

Cholid menjelaskan, salah satu manfaat adanya fasilitas olahraga itu tentu adalah atlet. Yang mana, mereka bisa berlatih dengan lebih gigih. Baik atlet sepak bola maupun voli. Sehingga, ketika ada penjaringan atlet yang dilakukan masing-masing cabang olahraga tidak kesulitan. “Kalau sekarang tentu kesusahan. Padahal, anak-anak dari desa itulah yang paling potensi. Terutama dari segi fisik,” ujarnya.

Menurutnya, adanya fasilitas olahraga juga dapat membuat anak-anak di desa sehat. Karena mereka rajin berolahraga. “Karena itu, kalau boleh saya bilang, kalau rumah sakit untuk orang sakit, kalau di kami, itu untuk orang sehat. Jadi, tidak ada salahnya ada fasilitas olahraga, karena membuat orang sehat,” ujarnya.

Dampak negatif dari tidak adanya fasilitas olahraga, menurut Chalid, adanya pergaulan bebas dan kecanduan teknologi. Sebab, tidak ada tempat bagi mereka untuk bermain. Berbeda jika disediakan tempat bermain. “Kami berharap fasilitas-fasilitas itu dihidupkan lagi. Biarkan anak-anak berolahraga dan menunjukkan potensinya. Jika dibiarkan seperti ini, maka akan terus hingga masa depan nanti,” ujarnya. (sid/rud)

DRINGU – Sebelum maraknya teknologi, dulu di desa-desa di Kabupaten Probolinggo, banyak sarana dan prasarana untuk berolahraga. Namun, dewasa ini sarana dan prasarana itu sedikit demi sedikit menghilang. Karenanya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo mengaku prihatin melihat kondisi ini.

Hal itu diungkapkan Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Cholid Abu Bakar. Ia mengaku, sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Sebab, di sejumlah desa sudah berkurang fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan lapangan sepak bola. Padahal, banyak dan hampir semua desa memiliki. “Sekarang sudah tidak ada. Sudah hilang. Padahal, adanya fasilitas olahraga itu sangat bagus. Terutama, pada pembibitan atlet usia dini,” ujarnya.

Cholid menjelaskan, salah satu manfaat adanya fasilitas olahraga itu tentu adalah atlet. Yang mana, mereka bisa berlatih dengan lebih gigih. Baik atlet sepak bola maupun voli. Sehingga, ketika ada penjaringan atlet yang dilakukan masing-masing cabang olahraga tidak kesulitan. “Kalau sekarang tentu kesusahan. Padahal, anak-anak dari desa itulah yang paling potensi. Terutama dari segi fisik,” ujarnya.

Menurutnya, adanya fasilitas olahraga juga dapat membuat anak-anak di desa sehat. Karena mereka rajin berolahraga. “Karena itu, kalau boleh saya bilang, kalau rumah sakit untuk orang sakit, kalau di kami, itu untuk orang sehat. Jadi, tidak ada salahnya ada fasilitas olahraga, karena membuat orang sehat,” ujarnya.

Dampak negatif dari tidak adanya fasilitas olahraga, menurut Chalid, adanya pergaulan bebas dan kecanduan teknologi. Sebab, tidak ada tempat bagi mereka untuk bermain. Berbeda jika disediakan tempat bermain. “Kami berharap fasilitas-fasilitas itu dihidupkan lagi. Biarkan anak-anak berolahraga dan menunjukkan potensinya. Jika dibiarkan seperti ini, maka akan terus hingga masa depan nanti,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/