alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Warga Belum Terbiasa Pakai Masker Dobel

PASURUAN, Radar Bromo – Taat protokol kesehatan penting dan harus dilakukan semua orang di masa pandemi ini. Pemerintah selalu gencar menyosialisasikan penggunaan masker dalam setiap aktivitas. Terutama, kegiatan di luar rumah.

Bagaimana warga Kota Pasuruan? Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kesadaran masyarakat Kota Pasuruan menggunakan masker cukup tinggi. Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Kepala BPS Kota Pasuruan Sri Kadarwati mengatakan, survei dilakukan secara online. Tujuannya, memotret perilaku masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Jumlah responden mencapai 792 orang.

“Ini luar biasa. Karena, pengalaman survei sebelumnya yang sifatnya online, responsnya tidak sebanyak ini,” kata Wati –sapaan Sri Kadarwati.

Menurut dia, survei menunjukkan, 91,67 persen responden selalu memakai masker setiap hari. Itu, menunjukkan kondisi masyarakat yang cukup baik. Karena kesadaran menjaga diri agar tidak tertular virus korona baru sudah terbangun.

BPS juga menggali informasi tentang penggunaan masker rangkap atau dobel. Belakangan, masker dobel itu dianjurkan pemerintah. Karena dinilai lebih efektif dalam mencegah penularan virus. ”Responden yang memakai masker rangkap sebesar 58,21 persen. Jadi, angkanya masih lebih sedikit,” beber Wati.

Di samping itu, BPS menggali persepsi masing-masing responden untuk turut memotret kepatuhan masyarakat di lingkungan sekitar terhadap protokol kesehatan. Menurut Wati, para responden menilai kepatuhan lingkungan memakai masker mencapai 64,21 persen. Sedangkan masyarakat yang sudah memakai masker rangkap sebanyak 33,29 persen.

”Ini bisa menjadi perhatian kita bersama agar sosialisasi penggunaan masker dua rangkap lebih masif lagi. Mengingat perkembangan Covid-19 masih mengkhawatirkan,” papar Wati.

Bagaimana soal upaya menjaga imunitas tubuh? Menurut hasil survei, kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan virus dengan menjaga daya tahan tubuh juga terbilang tinggi.

Wati menyebut, 91,99 persen responden mengaku rutin berolahraga, berjemur di pagi hari, dan mengonsumsi vitamin. Yang tak melakukan upaya itu sebesar 0,51 persen. ”Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah aware dengan kesehatannya,” ungkap Wati.

Wati mengakui, hasil survei itu memang belum mewakili persepsi masyarakat kota seluruhnya. Tetapi, sudah bisa menjadi gambaran umum kondisi masyarakat terkini. Mengingat, karakteristik responden cukup beragam. Misalnya, responden dengan pendidikan S-1 hingga S-3 sebanyak 56,69 persen. Kemudian, responden SMA 33,3 persen. SD hingga SMP 4,17 persen.

”Jadi, responden yang mengakses survei ini sebagian besar adalah masyarakat berpendidikan menengah ke atas. Dari segi SDM, kualitasnya sudah cukup baik,” tegasnya. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Taat protokol kesehatan penting dan harus dilakukan semua orang di masa pandemi ini. Pemerintah selalu gencar menyosialisasikan penggunaan masker dalam setiap aktivitas. Terutama, kegiatan di luar rumah.

Bagaimana warga Kota Pasuruan? Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kesadaran masyarakat Kota Pasuruan menggunakan masker cukup tinggi. Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Kepala BPS Kota Pasuruan Sri Kadarwati mengatakan, survei dilakukan secara online. Tujuannya, memotret perilaku masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Jumlah responden mencapai 792 orang.

“Ini luar biasa. Karena, pengalaman survei sebelumnya yang sifatnya online, responsnya tidak sebanyak ini,” kata Wati –sapaan Sri Kadarwati.

Menurut dia, survei menunjukkan, 91,67 persen responden selalu memakai masker setiap hari. Itu, menunjukkan kondisi masyarakat yang cukup baik. Karena kesadaran menjaga diri agar tidak tertular virus korona baru sudah terbangun.

BPS juga menggali informasi tentang penggunaan masker rangkap atau dobel. Belakangan, masker dobel itu dianjurkan pemerintah. Karena dinilai lebih efektif dalam mencegah penularan virus. ”Responden yang memakai masker rangkap sebesar 58,21 persen. Jadi, angkanya masih lebih sedikit,” beber Wati.

Di samping itu, BPS menggali persepsi masing-masing responden untuk turut memotret kepatuhan masyarakat di lingkungan sekitar terhadap protokol kesehatan. Menurut Wati, para responden menilai kepatuhan lingkungan memakai masker mencapai 64,21 persen. Sedangkan masyarakat yang sudah memakai masker rangkap sebanyak 33,29 persen.

”Ini bisa menjadi perhatian kita bersama agar sosialisasi penggunaan masker dua rangkap lebih masif lagi. Mengingat perkembangan Covid-19 masih mengkhawatirkan,” papar Wati.

Bagaimana soal upaya menjaga imunitas tubuh? Menurut hasil survei, kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan virus dengan menjaga daya tahan tubuh juga terbilang tinggi.

Wati menyebut, 91,99 persen responden mengaku rutin berolahraga, berjemur di pagi hari, dan mengonsumsi vitamin. Yang tak melakukan upaya itu sebesar 0,51 persen. ”Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah aware dengan kesehatannya,” ungkap Wati.

Wati mengakui, hasil survei itu memang belum mewakili persepsi masyarakat kota seluruhnya. Tetapi, sudah bisa menjadi gambaran umum kondisi masyarakat terkini. Mengingat, karakteristik responden cukup beragam. Misalnya, responden dengan pendidikan S-1 hingga S-3 sebanyak 56,69 persen. Kemudian, responden SMA 33,3 persen. SD hingga SMP 4,17 persen.

”Jadi, responden yang mengakses survei ini sebagian besar adalah masyarakat berpendidikan menengah ke atas. Dari segi SDM, kualitasnya sudah cukup baik,” tegasnya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/