Keluarga Sehat Mandiri di Masa Pandemi

DIKELUARKANNYA keputusan presiden (kepres) Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional memunculkan berbagai konsekuensi, upaya memutus rantai penularan virus tersebut. Salah satunya, diimbaunya keluarga untuk menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan kecuali  dalam keadaan gawat darurat.

Seperti, sesak napas atau biru pada bibir, kejang atau penurunan kesadaran atau kelumpuhan, diare terus-menerus atau muntah disertai lemas (dehidrasi), demam tinggi tiga hari atau lebih, atau demam pada neonatus, nyeri perut hebat, kecelakaan, perdarahan terus menerus, keracunan, menelan benda asing dan digigit hewan berbisa.

Konsekuensi dari imbauan ini adalah peningkatan sosialisasi upaya preventif promotiv individu oleh seluruh tingkat fasilitas kesehatan yang pada akhirnya mendorong keluarga untuk lebih mandiri menjaga kesehatannya di masa pandemi.

Adapun langkah- langkah yang dilakukan pemerintah sebagai upaya preventif promotiv individu ini, diantaranya, menginformasikan secara luas kepada masyarakat tentang virus COVID-19, mengajarkan langkah-langkah pencegahan level individu, dan mengajarkan cara menjaga kesehatan anak secara mandiri di rumah.

Serta, mengajarkan cara melakukan stimulasi dan deteksi perkembangan anak setiap bulan sesuai usia anak mengacu pada informasi pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan menginformasikan cara mengenali tanda bahaya balita sakit, mengacu pada informasi dalam buku KIA.

Apabila ternyata didapat tanda bahaya balita sakit maka keluarga tetap membawa balita berobat ke fasilitas kesehatan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat berobat ke fasilitas kesehatan. Pertama, upayakan membuat janji temu dengan pemberi layanan kesehatan agar tidak menunggu terlalu lama (untuk kasus bukan kegawatan sebaiknya janji dibuat sehari sebelumnya).

Jelaskan kepada petugas tentang layanan kesehatan yang dibutuhkan. Misalnya imunisasi, evaluasi gangguan tumbuh kembang anak. Gunakan masker kain baik pada anak maupun orang tua sejak dari rumah, bila memungkinkan gunakan masker bedah. Pastikan pelayan kesehatan juga menggunakan masker. Sementara jika harus menggunakan tranportasi, patuhi prinsip jaga jarak antar penumpang.

Kemudian, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesampainya di fasilitas kesehatan. Bila tidak tersedia, gunakan hand sanitizer atau tissue basah/antiseptik. Jaga jarak minimal 1.5 meter dengan orang sekitar, upayakan tidak menyentuh apapun bila tidak perlu. Bila terpaksa bersentuhan dengan lingkungan, segera cuci tangan.

Dan, segera kembali ke rumah setelah mendapat pelayanan kesehatan, ikuti protokol tata cara masuk rumah ( segera mandi dan ganti baju). Pastikan mendapat informasi terkait perawatan anak di rumah, obat yang dibawa pulang, tanda gejala yang harus dievaluasi, kapan harus kembali ke fasilitas kesehatan, apakah memungkinkan untuk melakukan tele konsultasi bila perlu. Dan, dengan sehat bersama secara mandiri kita mampu melalui pandemi ini. (*)