alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Persalinan Nyaman dan Cepat dengan Metode ERACS

 Oleh : dr. Resyana Widyayani, Sp.An.

 

HALO para pembaca. Terutama bunda yang sedang menantikan kehadiran buah hati tercinta dalam waktu dekat. Apakah sudah mengenal metode ERACS?

Bagi bunda yang akan merencanakan melahirkan dengan operasi Caesar, boleh mulai mencari tahu tentang persalinan nyaman dan cepat dengan metode ERACS.

ERACS merupakan singkatan dari Enhanced Recovery After Cesarean Section. ERACS merupakan metode melahirkan yang dapat mempersingkat waktu penyembuhan seusai melahirkan.

Seperti apa metodenya? Apakah syarat bunda dapat memilih metode tersebut? Mari kita bahas satu per satu.

ERACS sebenarnya adalah pengembangan dari metode ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) atau metode penyembuhan segera setelah operasi. Sebelumnya, metode ini diterapkan pada pasien-pasien dengan penyakit kanker saluran cerna, seperti usus besar atau kolon yang menjalani pembedahan.

Pada masa kini, metode ERAS sudah dikembangkan menjadi ERACS dan digunakan untuk persalinan Caesar. Metode ini telah berhasil dibuktikan di Eropa dan Amerika dan baru-baru ini diterapkan di Indonesia.

Tujuan ERACS, pertama, agar mobilitas dan proses penyembuhan persalinan dapat tercapai, sehingga pasien dapat mobilisasi lebih cepat, dapat bergerak lebih awal dengan nyeri, keluhan mual, dan muntah yang minimal. Sehingga, tentu akan lebih nyaman bagi bunda

Kedua, mengurangi risiko infeksi nosocomial. Karena, masa rawat yang lebih cepat dibandingkan metode Caesar yang konvensional.

Manfaat atau kelebihan dari metode ERACS dibandingkan dengan metode Caesar konvensional antara lain, meningkatkan kepuasan dan kenyamanan pasien, berkurangnya komplikasi dan durasi rawat inap, karena dalam 1-2 jam pasien boleh duduk, berdiri, dan makan.

Selain itu, dalam 6-8 jam kateter bisa dilepas (jika pasien mampu sudah boleh jalan) dan maksimal dalam 24 jam pasien sudah bisa pulang dengan buah hatinya yang dilanjutkan mobilisasi di rumah. Serta, meningkatkan bonding antara ibu dan bayi. Ibu juga akan pulang dari rumah sakit lebih cepat.

Apakah ada efek samping dari metode ERACS? Metode ERACS juga memikik efek samping yang hampir sama dengan metode operasi Caesar konvensional. Seperti mual, muntah, pusing, dan perdarahan. Dengan metode ERACS, diharapkan efek samping tersebut akan lebih minimal dibandingkan metode operasi Caesar konvensional.

Bagi bunda yang ingin memilih metode ERACS sebagai prosedur melahirkan buah hatinya, disarankan sejak awal kehamilan sudah mencari informasi terkait ERACS. Apabila hendak persalinan dengan operasi. Bunda juga disarankan mencari rumah sakit yang menerapkan metode ERACS untuk proses melahirkan.

Bunda sebaiknya menjaga kondisi kesehatan selama kehamilan agar persiapan untuk melahirkan dengan metode ERACS dapat dilaksanakan dengan baik. Bunda disarankan juga memeriksakan diri rutin selama kehamilan, sehingga apabila ada komorbid penyakit lain seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.

Bagi bunda dengan komorbid, diharapkan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani bunda. Apabila bunda juga memiliki penyulit pada kehamilan, seperti kehamilan dengan perlengketan plasenta yang berisiko untuk perdarahan banyak juga sebaiknya tidak menggunakan metode ERACS.

Sebaiknya, bunda rutin kontrol kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter yang merawat agar persalinan dapat dipersiapkan dengan baik. Setelah mendapat informasi mengenai metode ERACS, apakah bunda tertarik untuk persalinan dengan metode ERACS? Semoga artikel ini membantu. (*)

 Oleh : dr. Resyana Widyayani, Sp.An.

 

HALO para pembaca. Terutama bunda yang sedang menantikan kehadiran buah hati tercinta dalam waktu dekat. Apakah sudah mengenal metode ERACS?

Bagi bunda yang akan merencanakan melahirkan dengan operasi Caesar, boleh mulai mencari tahu tentang persalinan nyaman dan cepat dengan metode ERACS.

ERACS merupakan singkatan dari Enhanced Recovery After Cesarean Section. ERACS merupakan metode melahirkan yang dapat mempersingkat waktu penyembuhan seusai melahirkan.

Seperti apa metodenya? Apakah syarat bunda dapat memilih metode tersebut? Mari kita bahas satu per satu.

ERACS sebenarnya adalah pengembangan dari metode ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) atau metode penyembuhan segera setelah operasi. Sebelumnya, metode ini diterapkan pada pasien-pasien dengan penyakit kanker saluran cerna, seperti usus besar atau kolon yang menjalani pembedahan.

Pada masa kini, metode ERAS sudah dikembangkan menjadi ERACS dan digunakan untuk persalinan Caesar. Metode ini telah berhasil dibuktikan di Eropa dan Amerika dan baru-baru ini diterapkan di Indonesia.

Tujuan ERACS, pertama, agar mobilitas dan proses penyembuhan persalinan dapat tercapai, sehingga pasien dapat mobilisasi lebih cepat, dapat bergerak lebih awal dengan nyeri, keluhan mual, dan muntah yang minimal. Sehingga, tentu akan lebih nyaman bagi bunda

Kedua, mengurangi risiko infeksi nosocomial. Karena, masa rawat yang lebih cepat dibandingkan metode Caesar yang konvensional.

Manfaat atau kelebihan dari metode ERACS dibandingkan dengan metode Caesar konvensional antara lain, meningkatkan kepuasan dan kenyamanan pasien, berkurangnya komplikasi dan durasi rawat inap, karena dalam 1-2 jam pasien boleh duduk, berdiri, dan makan.

Selain itu, dalam 6-8 jam kateter bisa dilepas (jika pasien mampu sudah boleh jalan) dan maksimal dalam 24 jam pasien sudah bisa pulang dengan buah hatinya yang dilanjutkan mobilisasi di rumah. Serta, meningkatkan bonding antara ibu dan bayi. Ibu juga akan pulang dari rumah sakit lebih cepat.

Apakah ada efek samping dari metode ERACS? Metode ERACS juga memikik efek samping yang hampir sama dengan metode operasi Caesar konvensional. Seperti mual, muntah, pusing, dan perdarahan. Dengan metode ERACS, diharapkan efek samping tersebut akan lebih minimal dibandingkan metode operasi Caesar konvensional.

Bagi bunda yang ingin memilih metode ERACS sebagai prosedur melahirkan buah hatinya, disarankan sejak awal kehamilan sudah mencari informasi terkait ERACS. Apabila hendak persalinan dengan operasi. Bunda juga disarankan mencari rumah sakit yang menerapkan metode ERACS untuk proses melahirkan.

Bunda sebaiknya menjaga kondisi kesehatan selama kehamilan agar persiapan untuk melahirkan dengan metode ERACS dapat dilaksanakan dengan baik. Bunda disarankan juga memeriksakan diri rutin selama kehamilan, sehingga apabila ada komorbid penyakit lain seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.

Bagi bunda dengan komorbid, diharapkan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani bunda. Apabila bunda juga memiliki penyulit pada kehamilan, seperti kehamilan dengan perlengketan plasenta yang berisiko untuk perdarahan banyak juga sebaiknya tidak menggunakan metode ERACS.

Sebaiknya, bunda rutin kontrol kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter yang merawat agar persalinan dapat dipersiapkan dengan baik. Setelah mendapat informasi mengenai metode ERACS, apakah bunda tertarik untuk persalinan dengan metode ERACS? Semoga artikel ini membantu. (*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/