Finalis Kang Yuk Kota Probolinggo Harus Memiliki Tiga B

KANIGARAN, Radar Bromo – Sejumlah 20 finalis Kang dan Yuk 2019 Kota Probolinggo mulai mendapatkan pembekalan. Minggu (24/11), mereka mendapatkan sejumlah ilmu sebelum mengikuti karantina.

Ada beberapa materi diberikan. Seperti, materi kepribadian yang diisi oleh Owner H2r Modeling Kota Probolinggo Hefi Hanifah dan materi bahasa Inggris oleh Yusdiana Rosita dari LKP Diana’s English Course.

Dilanjutkan materi beauty class oleh Heppy Contita Madalena dari LA Tulipe. Terakhir, materi pariwisata oleh Pandu Satria Utama, salah satu dosen D-III Usaha Perjalanan Wisata SIFIP Universitas Jember.

Hefi Hanifah mengatakan, para peserta Kang dan Yuk harus memiliki tiga B. Yakni, brain, beauty, dan behavior. “Kecerdasan dan pengetahuan luas, kecantikan, dan keluwesan, serta tingkah laku yang baik harus dimiliki seorang duta wisata agar memunculkan citra yang baik dan diperhitungkan,” ujarnya.

Tidak hanya teori, beberapa materi juga ada yang mengharuskan para peserta melakukan praktik. Seperti materi bahasa Inggris. Para peserta dicoba satu persatu untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan bermaterikan pengenalan objek wisata di Kota Probolinggo.

Pada materi beauty class, para peserta dituntut merias diri menggunakan make updisediakan Beauty Class LA Tulipe. Tujuannya, memberikan kepercayaan diri bagi peserta. Serta, memberikan pemahaman bagaimana cara berias yang baik.

Di sisi lain, Pandu Satria Utama pemateri pariwisata mengatakan, duta wisata akan menjadi ikon kota asalnya. Khususnya, di kalangan milenial. Selain mengenalkan wisata di Kota Probolinggo, duta wisata juga diharuskan bisa memberikan gagasan terhadap dinas terkait.

“Gagasan pada rapat yang dilakukan pemerintah atau dinas terkait, diharapkan duta wisata bisa memberikan inovasi. Itu, nantinya bisa masuk dalam program kerja duta wisata,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo David Arya Brawijaya mengatakan materi yang diberikan memang dipersiapkan sesuai kebutuhan para peserta. “Guna memberikan bekal bagi para peserta untuk menjalani karantina. Sebab, saat karantina akan ada sesi kunjungan. Seperti kunjungan ke kantor Pemkot. Pada sesi karantina juga akan ada malam keakraban,” ujarnya. (mg1/rud)