alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Pelepasan Burung Kondor di Argentina, Disebut Garuda di Penanggungan

BEBERAPA hari terakhir media sosial facebook dibuat heboh. Ada kabar kemunculan burung garuda yang dalam kisah Ramayana disebut jatayu. Informasi itu disebar oleh akun facebook Bari pada 11 Mei lalu. Ia mengunggah seekor burung besar yang disebut burung garuda telah ditemukan di Gunung Penanggungan yang selama ini terletak di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

          “Amaziiing. Ternyata benar ada *Burung Garuda* Indonesia Dalam cerita etos *Ramayana* dinamai *JATAYU* seekor burung yg jarang sekali terlihat oleh Manusia… Tapi baru2 ini burung tsb menampakan dirinya dan terlihat di Daerah hutan dan di Atas GUNUNG PENANGGUNGAN Jawa Timur , Burung dgn lebar sayap yg luar biasa indahnya bisa kita lihat di video ini. Inilah tandanya Pendiri Bangsa ini sudah memprediksi bahwasanya *PANCASILA* adalah Pemersatu Bangsa Indonesia sebagai perlambang Kekuatan Bangsa Indonesia gw INDONESIA,” tulis akun Bari.

Video berdurasi 2 menit 31 detik itu telah di-share 777 kali hingga Rabu malam (25/5). Video itu memang memperlihatkan seekor burung yang ukurannya cukup besar jika dibanding orang-orang sekitarnya. Burung itu lantas membentangkan sayapnya. Beberapa orang lantas mengabadikan momen itu dengan kamera video dan ponsel. Tak lama kemudian, burung yang terlihat di tepi pegunungan itu terbang. (bit.ly/BurungGarudaJatim)

Jika melihat secara seksama, tentu mudah memercayai bahwa itu adalah burung garuda. Apalagi disebut berada di Gunung Penanggungan. Padahal, burung itu jelas bukan garuda. Melainkan kondor, alias burung pemakan bangkai.

Berdasar penelusuran dengan situs padanan gambar, website The Dodo mengunggah foto dan video yang identik dengan postingan burung garuda itu. The Dodo mengulas video itu pada Juni 2018. Judulnya condor Raksasa, Berhenti untuk Berterima Kasih pada Penyelamat sebelum Kembali ke Alam Liar.

Burung itu bernama burung Sayani, seekor burung pemakan bangkai atau kondor andes. Ceritanya, video itu adalah perpisahan atau pelepasan burung ke alam liar.

Video itu memperlihatkan kondisi Sayani setelah ditemukan hampir mati pada Desember 2012 akibat keracunan di Catamarca, Argentina. Sayani bukanlah satu-satunya kondor yang hampir mati karena keracunan. Pasalnya, peternak di wilayah itu kerap meracuni pemangsa karena terlalu dekat dengan ternak. Kondor Andes dapat menjadi korban keracunan setelah menelan racun dalam bangkai yang mereka makan.

Dengan bantuan polisi dan pejabat setempat, Sayani dikirim ke Kebun Binatang Buenos Aires untuk perawatan selama lebih dari setahun. Akhirnya, 16 bulan setelah ditemukan, burung itu menjadi cukup kuat untuk liar kembali.

Pada 28 Maret 2014, tim penyelamat Sayani berkumpul di puncak gunung Catamarca. Siap untuk melepaskannya. Selengkapnya bisa baca di bit.ly/PelepasanBurungCondor. (zam/jun/JawaPos)

BEBERAPA hari terakhir media sosial facebook dibuat heboh. Ada kabar kemunculan burung garuda yang dalam kisah Ramayana disebut jatayu. Informasi itu disebar oleh akun facebook Bari pada 11 Mei lalu. Ia mengunggah seekor burung besar yang disebut burung garuda telah ditemukan di Gunung Penanggungan yang selama ini terletak di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

          “Amaziiing. Ternyata benar ada *Burung Garuda* Indonesia Dalam cerita etos *Ramayana* dinamai *JATAYU* seekor burung yg jarang sekali terlihat oleh Manusia… Tapi baru2 ini burung tsb menampakan dirinya dan terlihat di Daerah hutan dan di Atas GUNUNG PENANGGUNGAN Jawa Timur , Burung dgn lebar sayap yg luar biasa indahnya bisa kita lihat di video ini. Inilah tandanya Pendiri Bangsa ini sudah memprediksi bahwasanya *PANCASILA* adalah Pemersatu Bangsa Indonesia sebagai perlambang Kekuatan Bangsa Indonesia gw INDONESIA,” tulis akun Bari.

Video berdurasi 2 menit 31 detik itu telah di-share 777 kali hingga Rabu malam (25/5). Video itu memang memperlihatkan seekor burung yang ukurannya cukup besar jika dibanding orang-orang sekitarnya. Burung itu lantas membentangkan sayapnya. Beberapa orang lantas mengabadikan momen itu dengan kamera video dan ponsel. Tak lama kemudian, burung yang terlihat di tepi pegunungan itu terbang. (bit.ly/BurungGarudaJatim)

Jika melihat secara seksama, tentu mudah memercayai bahwa itu adalah burung garuda. Apalagi disebut berada di Gunung Penanggungan. Padahal, burung itu jelas bukan garuda. Melainkan kondor, alias burung pemakan bangkai.

Berdasar penelusuran dengan situs padanan gambar, website The Dodo mengunggah foto dan video yang identik dengan postingan burung garuda itu. The Dodo mengulas video itu pada Juni 2018. Judulnya condor Raksasa, Berhenti untuk Berterima Kasih pada Penyelamat sebelum Kembali ke Alam Liar.

Burung itu bernama burung Sayani, seekor burung pemakan bangkai atau kondor andes. Ceritanya, video itu adalah perpisahan atau pelepasan burung ke alam liar.

Video itu memperlihatkan kondisi Sayani setelah ditemukan hampir mati pada Desember 2012 akibat keracunan di Catamarca, Argentina. Sayani bukanlah satu-satunya kondor yang hampir mati karena keracunan. Pasalnya, peternak di wilayah itu kerap meracuni pemangsa karena terlalu dekat dengan ternak. Kondor Andes dapat menjadi korban keracunan setelah menelan racun dalam bangkai yang mereka makan.

Dengan bantuan polisi dan pejabat setempat, Sayani dikirim ke Kebun Binatang Buenos Aires untuk perawatan selama lebih dari setahun. Akhirnya, 16 bulan setelah ditemukan, burung itu menjadi cukup kuat untuk liar kembali.

Pada 28 Maret 2014, tim penyelamat Sayani berkumpul di puncak gunung Catamarca. Siap untuk melepaskannya. Selengkapnya bisa baca di bit.ly/PelepasanBurungCondor. (zam/jun/JawaPos)

MOST READ

BERITA TERBARU

/