alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Dari 9 Ribuan Nelayan di Pasuruan, Baru 3 Ribuan Miliki Kusuka

BANGIL, Radar Bromo – Sejauh ini, jumlah penyuluh perikanan di Kabupaten Pasuruan masih terbatas. Walhasil, target kepemilikan Kartu Usaha Perikanan (Kusuka) juga terbatas.

Untuk tahun ini, pemkab setempat menargetkan sudah ada 3.520 nelayan yang memiliki kartu Kusuka. Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, pergantian kartu nelayan ke Kusuka memang sudah berjalan sejak 2018 lalu. Namun, karena berpindah administrasi, sehingga pergantiannya juga bertahap.

“Untuk Kusuka ini adalah pendataan yang dilakukan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar bisa mendata semua usaha perikanan termasuk nelayan tradisional,” terangnya.

Untuk nelayan di Kabupaten Pasuruan sampai September ini, tercatat masih sekitar 3 ribu nelayan yang sudah terdaftar di pusat. Padahal, jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan sendiri mencapai 9.977 pada akhir 2018 lalu.

“Dari pusat ditargetkan setiap penyuluh bisa mendata 80 nelayan setiap tahunnya. Dari jumlah 22 penyuluh sehingga setiap tahun hanya 1.760 nelayan saja,” terangnya.

Sehingga sejak 2018 lalu, dikatakan target tahun ini memang harusnya mencapai 3.520 nelayan. Sedangkan sampai September masih sekitar 3 ribuan. Maka kurang lebih masih 520 nelayan yang harus terdata sampai akhir tahun nanti.

Alasmyah mengatakan, dengan sisa waktu sampai Desember ini, dikatakan optimistis target bisa selesai. Ini lantaran dari sosialisasi dan pendataan sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Sehingga jika belum terdata masih proses kelengkapan administasi saja. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Sejauh ini, jumlah penyuluh perikanan di Kabupaten Pasuruan masih terbatas. Walhasil, target kepemilikan Kartu Usaha Perikanan (Kusuka) juga terbatas.

Untuk tahun ini, pemkab setempat menargetkan sudah ada 3.520 nelayan yang memiliki kartu Kusuka. Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, pergantian kartu nelayan ke Kusuka memang sudah berjalan sejak 2018 lalu. Namun, karena berpindah administrasi, sehingga pergantiannya juga bertahap.

“Untuk Kusuka ini adalah pendataan yang dilakukan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar bisa mendata semua usaha perikanan termasuk nelayan tradisional,” terangnya.

Untuk nelayan di Kabupaten Pasuruan sampai September ini, tercatat masih sekitar 3 ribu nelayan yang sudah terdaftar di pusat. Padahal, jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan sendiri mencapai 9.977 pada akhir 2018 lalu.

“Dari pusat ditargetkan setiap penyuluh bisa mendata 80 nelayan setiap tahunnya. Dari jumlah 22 penyuluh sehingga setiap tahun hanya 1.760 nelayan saja,” terangnya.

Sehingga sejak 2018 lalu, dikatakan target tahun ini memang harusnya mencapai 3.520 nelayan. Sedangkan sampai September masih sekitar 3 ribuan. Maka kurang lebih masih 520 nelayan yang harus terdata sampai akhir tahun nanti.

Alasmyah mengatakan, dengan sisa waktu sampai Desember ini, dikatakan optimistis target bisa selesai. Ini lantaran dari sosialisasi dan pendataan sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Sehingga jika belum terdata masih proses kelengkapan administasi saja. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/