alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Kuliah di Universitas Islam Malang (Unisma) Serasa Kuliah di Luar Negeri

MALANG, Radar Bromo– Universitas Islam Malang (Unisma) terus melengkapi sarana dan prasarananya. Hal itu, juga diimbangi dengan program-program yang terus dikembangkan.

Untuk memperkuat posisi Unisma menuju kampus unggul bertaraf internasional, Unisma telah memiliki program KSM-PPL Internasional. Melalui program ini, mahasiswa Unisma juga bisa mengambil kuliah di sejumlah negara di luar negeri yang menjalin kemitraan dengan Unisma. Yakni, melalui kegiatan transfer kredit internasional.

Transfer kredit ini diikuti mahasiswa selama satu hingga dua semester. Di antaranya, di Rusia, Thailand, Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan sejumlah negara lain. “Jadi, meski sekarang di Rusia sedang berkecamuk perang, ada mahasiswa kami yang mengikuti kuliah di sana secara online,” ujar Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. melalui press conference via zoom meeting, Rabu (22/6) malam.

Unisma juga telah mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Komposisinya, Unisma mengimplementasikan 40 persen kegiatan focus group discussion (FGD) di kelas. Kemudian, 60 persen melakukan research and development (RND).

“Jadi melakukan pemagangan di dunia usaha dan dunia industri atau sesuai prodi masing-masing. Misalnya, prodi pendidikan, mereka akan magang di dunia pendidikan. Begitu juga mahasiswa dari fakultas pertanian. Mereka magang di balai-balai pertanian. Termasuk mahasiswa teknik, mereka magang di perusahaan teknik dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan, kuliah di Unisma tidak hanya berorientasi pada nilai semata. Namun, orientasinya juga pada kemampuan mahasiswa setelah lulus. Selain menguasai ilmu pengetahuan yang memadai. Caranya, Unisma mewujudkan sejumlah karya nyata.

“Di antaranya memproduksi sari buah, pupuk, obat-obatan, yoghurt, kerupuk susu, dan sebagainya. Itu diproduksi dosen dan mahasiswa,” katanya.

MALANG, Radar Bromo– Universitas Islam Malang (Unisma) terus melengkapi sarana dan prasarananya. Hal itu, juga diimbangi dengan program-program yang terus dikembangkan.

Untuk memperkuat posisi Unisma menuju kampus unggul bertaraf internasional, Unisma telah memiliki program KSM-PPL Internasional. Melalui program ini, mahasiswa Unisma juga bisa mengambil kuliah di sejumlah negara di luar negeri yang menjalin kemitraan dengan Unisma. Yakni, melalui kegiatan transfer kredit internasional.

Transfer kredit ini diikuti mahasiswa selama satu hingga dua semester. Di antaranya, di Rusia, Thailand, Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan sejumlah negara lain. “Jadi, meski sekarang di Rusia sedang berkecamuk perang, ada mahasiswa kami yang mengikuti kuliah di sana secara online,” ujar Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. melalui press conference via zoom meeting, Rabu (22/6) malam.

Unisma juga telah mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Komposisinya, Unisma mengimplementasikan 40 persen kegiatan focus group discussion (FGD) di kelas. Kemudian, 60 persen melakukan research and development (RND).

“Jadi melakukan pemagangan di dunia usaha dan dunia industri atau sesuai prodi masing-masing. Misalnya, prodi pendidikan, mereka akan magang di dunia pendidikan. Begitu juga mahasiswa dari fakultas pertanian. Mereka magang di balai-balai pertanian. Termasuk mahasiswa teknik, mereka magang di perusahaan teknik dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan, kuliah di Unisma tidak hanya berorientasi pada nilai semata. Namun, orientasinya juga pada kemampuan mahasiswa setelah lulus. Selain menguasai ilmu pengetahuan yang memadai. Caranya, Unisma mewujudkan sejumlah karya nyata.

“Di antaranya memproduksi sari buah, pupuk, obat-obatan, yoghurt, kerupuk susu, dan sebagainya. Itu diproduksi dosen dan mahasiswa,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/