Rehab Pasar Mebel Bukir Paling Cepat Tahun 2020

BELUM DIBANGUN ULANG: Kondisi Pasar Mebel Bukir yang belum kembali dibangun ulang usai terbakar, beberapa waktu lalu. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO-Pedagang korban kebakaran Pasar Mebel Bukir Kecamatan Gadingrejo sepertinya harus lebih bersabar. Pasalnya, rehab pasar setempat dipastikan tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Paling cepat rehab baru dilakukan tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, rehab Pasar Mebel Bukir tidak bisa dilaksanakan dalam tahun anggaran 2019. Sebab, pengajuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini tidak turun.

DAK dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun ini diperuntukkan bagi Pasar Kebonagung dan Karangketug. Nah, pihaknya pun sempat meminta agar DAK ini dialihkan untuk Pasar Mebel Bukir. Tapi, ternyata tidak disetujui karena peruntukannya sudah terdaftar.

Pihaknya pun sempat berpikir untuk mengajukan rehab Pasar Mebel Bukir melalui perubahan APBD (P-APBD) 2019. Namun, upaya ini sulit terlaksana karena waktunya sangat mepet. Di sisi lain, rehab Pasar Mebel nantinya harus melalui tahap lelang.

“Kalau pakai P-APBD sepertinya sulit. Untuk rehab anggarannya di atas Rp 200 juta. P-APBD sendiri biasanya September. Tidak memungkinkan untuk melakukan lelang,” ungkap Ayik -sapaan akrabnya-.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Mebel Bukir Kota Pasuruan Lilik Suciati berharap agar rehab Pasar Mebel segera terealisasi. Pasalnya, pedagang kesulitan karena tidak memiliki tempat untuk penataan hasil produksi mebel.

“Kami sebenarnya sangat kecewa. Karena dulu janjinya pemkot segera terealisasi untuk rehab los yang terbakar. Ternyata mundur dan mudah-mudahan tidak mundur lagi,” katanya. (riz/rf)