Listrik Sering Padam, Ini Penjelasan PLN Kraksaan

KRAKSAAN – Listrik di wilayah Kabupaten Probolinggo sempat terganggu beberapa hari terakhir. Nah, Rabu (23/1) Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kraksaan memastikan, aliran listrik sudah kembali normal. Sebanyak 16 trafo PLN yang sempat trouble, sudah berfungsi lagi.

Manajer ULT PLN Kraksaan Muhammad Syafi’i mengatakan, setelah angin kencang yang terjadi Jumat (18/1), pihaknya sudah menyelesaikan trouble aliran listrik. Namun, memang belum maksimal. “Trouble yang hari Jumat itu sudah kami tangani. Itu, kami lakukan untuk memperbaiki pelayanan,” terangnya.

Namun, kemudian disusul bencana angin puting beliung di pesisir Kecamatan Gending yang menyebabkan aliran listrik trouble. Saat itu, menurutnya, 16 titik trafo PLN trouble.

Pihaknya pun langsung melakukan perbaikan. Selama perbaikan itu, pemadaman dilakukan. Dan Rabu sore (23/1), semua trafo sudah berfungsi normal. Sehingga, tidak ada lagi daerah yang mengalami pemadaman.

“Untuk di Desa Pesisir, Kecamatan Gending, itu ada kabel yang lepas. Itu, dalam proses pemulihan. Tetapi, untuk daerah lain sudah menyala semuanya,” tuturnya.

Meski begitu, Rabu sore, puluhan warga Kalibuntu, Kraksaan mendatangi kantor ULT PLN Kraksaan. Penyebabnya, ada aliran listrik rumah warga di Kalibuntu yang masih padam.

Safi’i membenarkan hal itu. Namun, hanya lima rumah saja yang masih padam. “Memang ada warga Kalibuntu yang ke kantor. Mereka mengadukan listrik yang belum menyala. Itu, sekitar lima rumah saja. Cuma yang datang memang ada banyak warga,” terangnya.

Safi’i menegaskan, pihaknya menerima siapa saja yang datang untuk mengadukan aliran listrik yang belum menyala. Cara itu menurutnya bisa membuat pihaknya mengetahui, daerah mana yang listriknya masih padam.

Namun, Safi’i kembali memastikan, trafo yang sempat trouble sudah 100 persen menyala. Hanya saja, untuk aliran rumah tangga yang putus, pihaknya tidak mengetahui.

“Kalau aliran rumah tangga putus, kami tidak mengetahui. Jadi kalau ada laporan, kami tangani. Sedangkan untuk trafo sudah semuanya bisa,” terangnya.

Seorang perangkat Desa Kalibuntu menjelaskan, di daerahnya memang ada aliran listirk yang padam. Namun, sebagian. “Memang ada yang padam sebagian. Ya, jelas dikeluhkan warga. Kan listrik itu kebutuhan utama. Kalau mati terus bagaimana,” katanya.

Namun, menurutnya, pemadaman tidak begitu lama terjadi. “Kadang mati, kadang hidup. Tidak jelas kapan normal. Ini terjadi sejak angin kencang Jumat lalu itu. Setelah itu hidup lagi, sekarang mati lagi,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, angin kencang dan hujan lebat yang melanda Kraksaan dan sekitarnya, Jumat (18/1) menyebabkan sejumlah bangunan dan pohon tumbang. Aliran listrik pun terganggung, sehingga menyebabkan pemadaman dalam skala luas.

Kemudian, bencana kembali menimpa Kecamatan Gending dan sekitarnya, Selasa (22/1). Itu juga membuat banyak pohon dan rumah roboh. Sehingga, juga menyebabkan pemadaman total. (sid/hn)