Pasar Triwung Kidul Juga Masuk Rencana Direlokasi

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana relokasi pasar tradisional ternyata tak hanya dilakukan di Pasar Wonoasih. Pemkot Probolinggo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) juga tengah mengkaji untuk merelokasi Pasar Triwung Kidul.

Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, beberapa waktu lalu. “Rencana relokasi tidak hanya untuk Pasar Wonoasih saja. Namun, juga untuk pasar yang berada di tepi jalan nasional,” ujarnya.

Relokasi ini dilakukan dengan pertimbangan masalah akses lalu lintas dan keamanan pengguna pasar. Termasuk permasalahan Pasar Wonoasih seringkali menimbulkan kemacetan saat pagi hari.

“Pasar Triwung Kidul juga rencananya akan direlokasi. Tapi masih mencari lokasi baru,” jelas pejabat yang akrab disapa Tyok itu.

Namun, saat disinggung kapan rencana relokasi dilakukan, Tyok belum bisa memastikannya. Saat ini pihaknya masih fokus dengan rencana pembangunan rumah sakit baru.

Rencana relokasi Pasar Triwung Kidul ini juga sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III, beberapa waktu lalu.

Gatot Wahyudi, kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) menjelaskan, untuk relokasi Pasar Triwung Kidul telah dilakukan kajian.

“Kajian untuk relokasi ini dilakukan Bappeda Litbang. Namun, masih perlu dicari lokasi untuk relokasi pasar ini,” ujarnya.

“Lokasi yang memungkinkan adalah lapangan Triwung Kidul. Tapi, lokasinya cukup jauh dari tempat yang saat ini digunakan,” tambahnya.

Gatot mengakui, saat ini Pasar Triwung Kidul berdiri di atas lahan masyarakat. Lokasinya pun langsung berhadapan dengan jalan besar.

“Wacana relokasi Pasar Triwung Kidul ini sudah ada sejak 2 tahun lalu. Tapi, perlu dipertimbangkan juga lokasi baru. Saat ini masih menggunakan lahan milik masyarakat,” jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan Pasar Ketapang yang juga berada di jalan nasional? Tyok menyebut, Pasar Ketapang tak ada rencana direlokasi. Sebab, lokasinya disebutkan tak berada persis di tepi jalan nasional.

Bahkan, Pasar Ketapang rencananya akan dibangun pada 2019 mendatang. Namun, ditunda karena terbatasnya waktu. (put/mie)