alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Relokasi PKL di Depan Pasar Pasrepan Mundur, Ini Penyebabnya

PASREPAN, Radar Bromo – Rencana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di areal ruko depan Pasrepan, mundur. Awalnya, relokasi direncanakan pertengahan tahun ini, namun hingga akhir Juli, rencana itu tak kunjung terealisasi.

Edy Suwanto, kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan mengatakan, PKL di areal depan Ruko Pasrepan saat ini memang masih dibiarkan berjualan. “Memang dari pandangan dan ketertiban, PKL di depan ruko Pasrepan itu pasti mengganggu. Namun, beginilah masyarakat kita dan harap memaklumi,” terangnya.

Pemkab sendiri disebutkan, harus melayani semua masyarakat. Termasuk masyarakat yang sama-sama mencari uang. Sehingga, Disperindag memilih untuk merelokasi PKL di depan ruko pada akhir tahun mendatang.

Sebelumnya, PKL di ruko depan Pasrepan memang sudah beberapa kali diminta pindah. Namun, tetap saja kembali ke depan karena menilai berjualan di sana lebih ramai.

Namun, setelah ruko Pasrepan jadi dan sudah mulai dihuni pertengahan tahun ini, PKL seharusnya sudah harus berpindah ke sisi selatan Pasar.

“Kami sudah anggarkan untuk pembangunan sentra PKL di sisi selatan. Baru setelah sentra PKL jadi, PKL baru bisa pindah ke sana,” terangnya.

Untuk Sentra PKL ini sendiri dianggarkan mencapai Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut nantinya untuk pengurukan tanah, pavingisasi, saluran air agar tidak sampai becek, dan ada fasilitasi tenda untuk PKL agar terlihat tertib.

Sedangkan terkait proses, saat ini dikatakan masih tahap lelang. Edy mengatakan, tidak ada target tertentu untuk memindahkan PKL yang saat ini diperkirakan mencapai 60 pedagang. “Tidak ada target, asal sentra PKL sudah bisa ditempati, PKL bisa pindah ke tempat yang baru,” jelasnya. (eka/mie)

PASREPAN, Radar Bromo – Rencana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di areal ruko depan Pasrepan, mundur. Awalnya, relokasi direncanakan pertengahan tahun ini, namun hingga akhir Juli, rencana itu tak kunjung terealisasi.

Edy Suwanto, kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan mengatakan, PKL di areal depan Ruko Pasrepan saat ini memang masih dibiarkan berjualan. “Memang dari pandangan dan ketertiban, PKL di depan ruko Pasrepan itu pasti mengganggu. Namun, beginilah masyarakat kita dan harap memaklumi,” terangnya.

Pemkab sendiri disebutkan, harus melayani semua masyarakat. Termasuk masyarakat yang sama-sama mencari uang. Sehingga, Disperindag memilih untuk merelokasi PKL di depan ruko pada akhir tahun mendatang.

Sebelumnya, PKL di ruko depan Pasrepan memang sudah beberapa kali diminta pindah. Namun, tetap saja kembali ke depan karena menilai berjualan di sana lebih ramai.

Namun, setelah ruko Pasrepan jadi dan sudah mulai dihuni pertengahan tahun ini, PKL seharusnya sudah harus berpindah ke sisi selatan Pasar.

“Kami sudah anggarkan untuk pembangunan sentra PKL di sisi selatan. Baru setelah sentra PKL jadi, PKL baru bisa pindah ke sana,” terangnya.

Untuk Sentra PKL ini sendiri dianggarkan mencapai Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut nantinya untuk pengurukan tanah, pavingisasi, saluran air agar tidak sampai becek, dan ada fasilitasi tenda untuk PKL agar terlihat tertib.

Sedangkan terkait proses, saat ini dikatakan masih tahap lelang. Edy mengatakan, tidak ada target tertentu untuk memindahkan PKL yang saat ini diperkirakan mencapai 60 pedagang. “Tidak ada target, asal sentra PKL sudah bisa ditempati, PKL bisa pindah ke tempat yang baru,” jelasnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/