Berjemur untuk Menjaga Imunitas Tubuh

ADANYA pelonggaran PSBB, membuat semakin banyak masyarakat yang keluar rumah dan berkumpul di pusat keramaian. Serta, tidak mau peduli dan “acuh” terhadap wabah Covid-19 semakin membuat rantai penyebaran virus ini meluas.

Tentu sebagian masyarakat yang sangat menyadari bahaya penyakit ini semakin cemas dengan fenomena “cuek” yang terjadi ini. Kita harus sedapat mungkin menjaga diri sendiri agar terhindar dari Covid-19.

Secara umum physical distancing, keluar rumah seperlunya saja, memakai masker, cuci tangan, dan hindari menyentuh wajah saat keluar rumah merupakan anjuran yang seharusnya ditaati dan dijalankan. Selain itu, kita harus senantiasa menjaga kekebalan tubuh (imunitas). Seperti menjaga pola hidup sehat. Di antaranya, tidur yang cukup, banyak makan buah-buahan dan sayuran, hindari merokok, kurangi stres psikologis, dan olahraga teratur.

Imunitas dapat terganggu bila tubuh kekurangan asupan mineral, seperti zink, selenium, tembaga, asam folat, serta vitamin A, B, C, D, dan E. Saat terjadi pandemi Covid-19 ini, vitamin D sering dipertimbangkan untuk menjaga imunitas.

Vitamin D merupakan zat gizi penting yang berfungsi dalam metabolisme tulang, keseimbangan kalsium, dan fosfor. Vitamin D berperan menghambat pertumbuhan sel kanker, menurunkan tekanan darah, mencegah influenza, dan membantu fungsi sistem imun. Selain itu, vitamin D juga mempunyai aktivitas antimikroba dan mengurangi dampak merugikan proses infeksi.

Vitamin D bisa didapatkan dari ikan laut dalam, telur, ataupun makanan olahan yang ditambah vitamin D, seperti pada susu, mentega, dan yoghurt. Namun, jumlahnya sangat kecil bila didapatkan dari asupan makanan saja. Vitamin D bisa juga didapatkan dari sinar matahari yang akan mengubah pre-vitamin D3 pada kulit menjadi bentuk vitamin D3.

Selama pandemi Covid-19, berjemur sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas. Disarankan untuk berjemur 10-15 menit minimal 3 kali seminggu di bawah sinar matahari sekitar pukul 09.00. Usahakan menghindari mengenai area kepala dan leher dan dilarang berjemur jika sensitif terhadap matahari.

Suplementasi tambahan diperlukan untuk mencapai target kecukupan status vitamin D secara cepat. Bagi tenaga medis dan orang dengan risiko tinggi terinfeksi Covid-19, dosis yang direkomendasikan adalah 1-2 x 5000 IU vitamin D3 per hari.

Sedangkan, bila dalam kondisi sehat, dosis yang direkomendasikan adalah 1-2 x 1000 IU Vitamin D3 per hari. Mengonsumsi multivitamin setiap hari sebenarnya kurang dianjurkan jika vitamin dan mineral sudah kita dapatkan dari asupan makanan sehari-hari. Namun, pemberian multivitamin dapat dipertimbangkan jika asupan makanan yang dikonsumsi kurang memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Semoga selama pandemi Covid-19 ini kita selalu dapat menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus berbahaya ini. (*)