alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Diverifikasi, Pencairan Bansos di Kota Pasuruan Tertunda

PURWOREJO, Radar Bromo – Belasan ribu penerima bantuan sosial sembako di Kota Pasuruan, harus bersabar. Bantuan yang mestinya sudah mereka terima, kali ini tertunda.

Pencairan bantuan itu tertunda lantaran pemerintah tengah memverifikasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Karenanya, bantuan tidak dicairkan pada tanggal 10 sebagaimana bulan-bulan sebelumnya.

Koordinator Daerah Bansos Sembako Kota Pasuruan Machmud Chaudi menerangkan, verifikasi dilakukan oleh tim dari Kemensos RI. “Ada penundaan pencairan bansos sembako dikarenakan saat ini sedang dilakukan verifikasi NIK (nomor induk kependudukan) dan nama KPM di pusat,” ujarnya.

Ia juga tidak memastikan kapan bantuan akan dicairkan. Sebab, pencairan baru bisa dilakukan setelah proses verifikasi data KPM itu tuntas. “Kemungkinan menunggu verifikasi dan hasil perbaikan data,” ujar Chaudi.

Pihaknya juga menyampaikan penundaan pencairan bantuan itu ke seluruh agen penyalur di Kota Pasuruan. “Kami sampaikan kepada agen penyalur untuk tidak menyiapkan bahan pokok dulu karena pencairan bantuannya tertunda,” jelasnya.

Bantuan sembako itu disalurkan setiap bulan. Jumlah penerima di Kota Pasuruan pada Februari lalu mencapai 13.087 KPM. Masing-masing KPM menerima bantuan Rp 200 ribu yang dibelanjakan dalam bentuk bahan pokok. (tom/rud)

PURWOREJO, Radar Bromo – Belasan ribu penerima bantuan sosial sembako di Kota Pasuruan, harus bersabar. Bantuan yang mestinya sudah mereka terima, kali ini tertunda.

Pencairan bantuan itu tertunda lantaran pemerintah tengah memverifikasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Karenanya, bantuan tidak dicairkan pada tanggal 10 sebagaimana bulan-bulan sebelumnya.

Koordinator Daerah Bansos Sembako Kota Pasuruan Machmud Chaudi menerangkan, verifikasi dilakukan oleh tim dari Kemensos RI. “Ada penundaan pencairan bansos sembako dikarenakan saat ini sedang dilakukan verifikasi NIK (nomor induk kependudukan) dan nama KPM di pusat,” ujarnya.

Ia juga tidak memastikan kapan bantuan akan dicairkan. Sebab, pencairan baru bisa dilakukan setelah proses verifikasi data KPM itu tuntas. “Kemungkinan menunggu verifikasi dan hasil perbaikan data,” ujar Chaudi.

Pihaknya juga menyampaikan penundaan pencairan bantuan itu ke seluruh agen penyalur di Kota Pasuruan. “Kami sampaikan kepada agen penyalur untuk tidak menyiapkan bahan pokok dulu karena pencairan bantuannya tertunda,” jelasnya.

Bantuan sembako itu disalurkan setiap bulan. Jumlah penerima di Kota Pasuruan pada Februari lalu mencapai 13.087 KPM. Masing-masing KPM menerima bantuan Rp 200 ribu yang dibelanjakan dalam bentuk bahan pokok. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/