Asyiik, Tiga Surat Kendaraan Becak Dicabut

KANIGARAN, Radar Bromo – Para abang becak di Kota Probolinggo, bisa bernapas lega. Kini, mereka tak perlu lagi terbelenggu dengan sejumlah aturan terhadap becaknya. Sebab, Pemkot Probolinggo mencabut sejumlah surat kendaraan yang berkaitan dengan transportasi becak.

Surat sejumlah kendaraan yang dicabut itu, di antaranya Surat Keterangan Pemilik Becak (SPKB), Surat Tanda Uji Becak (STUB), dan Tanda Uji Becak (TUB). Pencabutan tiga surat ini dilakukan dalam Raperda Perubahan Perda Nomor 16/2006 tentang Kendaraan Tidak Bermotor Jenis Becak.

“Becak merupakan kendaraan tidak bermotor yang dikemudikan orang yang tergolong tidak mampu. Sehingga, dipandang tidak perlu memperlakukan becak seperti layaknya kendaraan bermotor,” ujar Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri saat menyampaikan Jawaban Wali Kota terhadap Pandangan Umum Fraksi mengenai 5 raperda dalam masa sidang I tahun 2019, Selasa (17/12).

Dalam penjelasannya, ada tiga surat yang dicabut dan diganti dengan Surat Tanda Nomor Becak (STNB). Di antaranya, SPKB yang fungsinya layaknya BPKB; STUB layaknya buku KIR kendaraan bermotor; dan TUB layaknya pelat uji KIR.

“Cukup dengan STNB seperti layaknyua STNK dan TNB (Tanda Nomor Becak) seperti layaknya pelat nopol (nomor polisi). Serta perlu mencabut retribusi untuk kepemilikan STNB dan TNB untuk tujuan agar tidak membebani abang becak,” ujarnya.

Politisi Demokrat ini menjelaskan, dalam perda tersebut, becak motor atau bentor tidak diperbolehkan beroperasi atau akan diatur teknis terkait rute jauh. Namun, dalam UU Keselamatan Lalu Lintas, bentor di Kota Probolinggo, tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, sehingga tidak diperbolehkan untuk beroperasi.

“Sedangkan peraturan teknis terkait rute jauh, sejauh ini kami belum mengatur, karena dapat memanfaatkan angkutan resmi yang tersedia. Seperti angkutan kota maupun angkutan online,” ujarnya. (put/rud)