alexametrics
32.5 C
Probolinggo
Friday, 27 November 2020

Mengolah Makanan Organik Harus Tetap Perhatikan Hal Ini

BELAKANGAN kian banyak masyarakat yang memilih untuk mengonsumsi makanan organik. Mereka meyakini jika produk organik lebih aman dan lebih sehat dibandingkan dengan makanan nonorganik. Utamanya, bagi mereka yang memilih untuk menjalani pola hidup sehat.

Meski demkian, kita tetap harus memperhatikan teknik pengolahan makanan organik tersebut. Sebab jika cara mengolahnya salah, maka makanan organik itu tidak lagi menjadi makanan yang menyehatkan. Bagi tubuh, makanan demikian tidak akan berbeda dengan yang nonorganik.

“Kalau kandungan gizinya, tidak berbeda antara makanan organik maupun yang nonorganik. Namun yang organik itu bebas dari bahan kimia. Sebab tidak menggunakan pestisida, melainkan ditanam secara organik,” ungkap ahli gizi di Puskesmas Kandangsapi, Ferdiana.

Ia menjelaskan, cara mengolah makanan organik merupakan elemen penting bagi masyarakat yang ingin asupan gizi benar benar baik. Misalnya, seseorang ingin menggunakan sayuran organik jenis wortel untuk dikonsumsi. Namun jika wortel ini dimasak dengan bumbu kimia atau digoreng dengan minyak yang sudah dipakai, maka manfaat yang dirasa oleh tubuh akan berkurang. Sebab bumbu kimia atau minyak habis terpakai itu mengandung lemak jenuh yang kurang baik bagi tubuh.

Karena itu, masyarakat yang ingin mengonsumsi makanan organik itu lebih baik jika mereka memperhatikan pengolahannya dengan tidak menggunakan bahan yang kurang baik bagi tubuh. “Masyarakat yang mau membeli makanan olahan organik di restoran atau membuat sendiri itu tidak masalah. Asalkan pengolahannya baik. Apalagi yang menyediakan makanan jenis ini pasti resto khusus. Misal resto vegetarian,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini tempat yang menyediakan makanan olahan organik rata-rata diawasi oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Pengawasan ini berupa kunjungan ke tempat pengolahan secara keseluruhan baik sanitasi, cara mengolah, hingga kemasan dan penyajian produk. Sehingga mayoritas resto makanan olahan organik sudah terjamin baik.

“Termasuk industri rumah tangga yang menyediakan olahan organik juga diawasi langsung. Kami juga melakukan pendampingan pada mereka. Sehingga produk yang dihasilkan memang aman dan bersih,” sebut Ana -sapaannya-.

 

Baik untuk Membantu Diet

Memiliki berat badan yang ideal merupakan impian setiap orang. Tak heran, banyak yang bersedia melakukan apapun agar tubuhnya menjadi langsing. Salah satunya dengan memakan makanan olahan organik selama melakukan program diet.

Banyak orang percaya mengonsumsi makanan olahan organik, bisa membantu mendapatkan tubuh yang ideal. Ini tidak sepenuhnya salah. Sebab memakan makanan yang tanpa dicampur bahan kimia membuat tubuh menjadi lebih sehat. Utamanya makanan cepat saji yang bisa berdampak buruk bagi tubuh.

“Sebenarnya baik mengonsumsi makanan organik maupun nonorganik, sama saja. Keduanya bisa untuk diet. Cuma makanan organik itu lebih sehat karena tidak ada campuran kimia,” ungkap Ferdiana.

Ana -panggilan akrab Ferdiana- menyebutkan, prinsip dari diet itu harus makan makanan yang bergizi dengan kandungan serat tinggi. Soal kandungan serat, makanan organik lebih baik dari nonorganik. Selain itu, makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus diperhatikan sebab diet yang baik itu harus dengan bahan yang benar benar sehat.

Menurutnya, hal ini baru berbeda jika itu berkaitan dengan beras atau nasi yang dikonsumsi. Jika nonorganik, kandungan gula pada beras sangat tinggi. Sementara untuk yang jenis organik, kandungan gulanya lebih rendah, tapi sebaliknya memiliki kandungan serat yang tinggi. Contohnya yang organik adalah beras merah.

“Kalau bagi yang ingin cepat menurunkan berat badan itu lebih baik makan beras organik daripada yang non organik. Zat gula tinggi pada kandungan beras nonorganik membuat diet kurang baik. Tentunya harus tetap diimbangi olahraga,” beber Ana. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR

Rencana Penutupan Pasar Tugu, Satpol PP Siapkan Sosialisasi  

Satpol PP mengusulkan dilakukan sosialisasi, pada Minggu (29/11). Selanjutnya, Minggu (6/12), mulai ditutup.

Disuplai Bibit Kedelai 11 Ton dari Pusat

Kebijakan penetapan target bahan pangan sepenuhnya ditentukan oleh Provinsi Jawa Timur.

Tandon Cuci Tangan di Kota Probolinggo Banyak yang Kosong

Upaya Pemkot Probolinggo mencegah penyebaran Covod-19, perlu mendapat perhatian.

Target Lahan Tanam Padi Digenjot Mumpung Musim Hujan

Sebanyak 10.000 hektare lahan pertanian milik petani dibantu bibit padi.