alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Mengunjungi Gudang STNK Samsat Kota Probolinggo

Ribuan STNK penuhi gudang Samsat Polres Probolinggo Kota. Tak mudah merawat gudang dengan berkas penting tersebut. Pasalnya, jika ada yang ketelisut, maka petugas harus membuat laporan salinan arsip yang kemudian dilaporkan kepada Polda.

RIZKY PUTRA DINASTI, Mayangan, Radar Bromo

Siang itu, kantor Samsat Kota Probolinggo lengang. Hanya ada beberapa kendaraan yang sedang cek fisik. Beberapa sudut Samsat, juga lengang. Tak seramai biasanya.

Namun, di gudang STNK, sejumlah petugas sibuk melakukan aktivitas rutin pendataan. Di gudang berukuran 8 x 12 meter itu, sejumlah rak dipenuhi ribuan berkas STNK. Jumlahnya mencapai total 100.800 berkas.

Semuanya merupakan berkas STNK asli kendaraan bermotor milik warga Kota Probolinggo. Ribuan berkas itu tertata rapi dengan kode khusus di setiap mapnya. Fungsinya untuk memudahkan pencarian.

Sebelum berdiri sendiri seperti sekarang, Samsat Kota Probolinggo bergabung dengan Kabupaten Probolinggo. Pada 2005, baru berdiri Samsat Kota Probolinggo. Karena itu, berkas STNK asli yang ada di gudang itu, terhitung sejak tahun 2005.

“Berkas STNK ini hanya milik warga kota saja. Untuk kabupaten ada sendiri. Jumlahnya jika dirata-rata setiap bulannya ada sekitar 600 kendaraan baru. Tinggal dikalkulasi saja mulai tahun 2005 hingga sekarang,” terang Bripka Suyanto, baur STNK di Samsat Kota Probolinggo.

Tentu saja, tidak mudah untuk mencari satu dari ratusan ribu STNK yang ada. Perlu pengarsipan yang tersistematis. Pengarsipan sendiri, dilakukan secara komputerisasi. Ini untuk memudahkan proses pencarian saat dibutuhkan.

Untuk mencari satu STNK misalnya, petugas mencari melalui pengarsipan di komputer. Sementara berkasnya dicari secara manual. Caranya dengan melihat tahun dan jenis kendaraan. Apakah roda dua, roda empat, dan seterusnya.

“Jadi, di gudang ini sudah ada kodenya. Misalnya N 2345 SY hingga N 5999 SY dijadikan satu map pada roda dua. Dengan demikian memudahkan pencariannya. Termasuk jika ada pergantian pelat dan lainnya, dikumpulkan atau dikawinkan satu map. Sehingga, histori kendaraannya diketahui,” tambahnya.

Jika ada berkas yang terselip, maka petugas harus membuat laporan surat keterangan pengganti arsip. ”Misalnya dimutasi ke Polda atau Surabaya dan berkasnya terselip. Maka, kami membuat surat keterangan pengganti arsip yang kemudian diserahkan kepada Samsat Surabaya, misalnya,” bebernya.

Selain pengarsipan yang harus rapi, perawatan berkas STNK ini juga penting. Baur BPKB Bripka Anton Damei Pribadi menambahkan, perawatan STNK sama dengan BPKB.

Di antaranya, rak minimal berjarak 15 sentimeter dari lantai guna mengantisipasi jika ada genangan air. Kelembapan udara dan ventilasi juga dijaga.

Lalu, seminggu sekali diberikan obat anti hama tikus dan rayap. Mengingat berkas yang disimpan tahunan tersebut terbuat dari bahan baku kertas.

“Jadi, kelembapannya harus dijaga. Salah satunya harus ada ventilasi. Termasuk harus dijaga dari rayap dan tikus. Makanya, seminggu sekali kami beri obat anti hama tersebut,” tambahnya.

Bripka Anton menyebut, jumlah STNK yang disimpan itu memang bertambah cukup cepat. Seiring dengan makin mudahnya warga membeli kendaraan bermotor.

Diprediksi, lambat laun gudang tersebut tidak akan muat untuk menampung berkas yang ada. Karena itu, saat ini Polri berencana menyimpan berkas dalam bentuk digital. Dengan demikian, tak perlu lagi menyimpan berkas fisik.

“Ada rencana ke sana, tapi prosesnya masih panjang,” bebernya.

Saat ini, STNK yang ada, menurut Bripka Anton, mulai didata di komputer. Dengan database itu, dapat diketahui status STNK. Mulai identitas pemilik dan identitas kendaraan.

“Misalnya ada yang kehilangan, dengan bukti laporan kehilangan yang diterbitkan pihak kepolisian, database tersebut bisa diblokir. Statusnya juga bermacam-macam. Misalnya hilang karena dicuri, maka statusnya blokir kriminal,” ujarnya.

Cara ini akan mencegah tindakan yang tidak diharapkan. Misalnya, saat ada pihak yang akan memperpanjang STNK dengan status blokir kriminal.

Menurutnya, pernah ada kasus penipuan dan penggelapan. Sebuah mobil dicuri, beserta STNK dan BPKB asli. Lantas pelaku menjual mobil ini dan dibeli warga Probolinggo. Pemilik awal mengetahui mobil itu dijual. Sehingga, yang bersangkutan menghubungi Samsat Kota Probolinggo.

“Suatu hari, pembeli hendak balik nama ke Samsat. Kami langsung menahan kendaraannya dengan bukti laporan yang telah terbit,” bebernya.

Karena itu, Bripka Anton mengimbau agar masyarakat mengecek dulu ke Samsat saat akan membeli kendaraan bekas. Sehingga, histori kendaraan diketahui. Mulai dari pengecekan sistem, fisik, keaslian BPKB, dan STNK.

“Apakah kendaraan tersebut terblokir karena kriminal, tanggungan bank, ataupun lainnya misalnya,” pungkasnya. (hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Bank Indonesia Gulirkan Beasiswa Satu Juta Tiap Bulan

Masing-masing mahasiswa itu akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta tiap bulan selama setahun mulai Januari 2021.

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti