Radar Bromo

Retribusi Rumah Potong Hewan Lebihi Target Rp 9 Juta

PASURUAN- Realisasi penerimaan retribusi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan sepanjang tahun kemarin mencapai Rp 184 juta. Penerimaan ini lebih Rp 9 juta dari yang ditargetkan selama setahun. Sepanjang 2018, seluruh RPH di Kabupaten Pasuruan ditarget mendapatkan Rp 175 juta.

Plt Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan M. Syaifi mengatakan, tahun kemarin target RPH memang ada penyesuaian. Jika pada 2017 masih ditarget Rp 190 juta, tahun kemarin diturunkan menjadi Rp 175 juta. “Ini karena melihat tren setiap tahunnya jumlah pemotongan cenderung menurun. Sehingga, target RPH tahun kemarin disesuaikan,” ujarnya.

Menurutnya, pada 2017, dari target Rp 190 juta, tidak tercapai. Dalam setahun hanya mampu memperoleh Rp 186,950 juta. Sehingga, tahun kemarin targetnya diturunkan menjadi Rp 175 juta. Tapi, hasilnya ternyata hanya Rp 184 juta.

Syaifi mengatakan, biaya pemotongan seekor sapi ditetapkan Rp 25 ribu. Tarif ini sesuai Perda Nomor 14/2012 tentang Retribusi RPH Kabupaten Pasuruan. “Besar kecilnya sapi sama perhitungannya, Rp 25 ribu sekali potong,” ujarnya.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pemotongan sapi di RPH cenderung turun. “Meski konsumsi daging sapi sebenarnya stabil, hanya saja sapi yang dipotong ukurannya yang lebih besar,” ujar Syaifi.

Kini pemotongan sapi mayoritas jenis limusin dan simental yang dari segi bobot lebih besar, antara 600-700 kilogram. Dibanding dulu lebih banyak jenis sapi peranakan ongol yang bobotnya hanya sekitar 250-300 kilogram. Karenanya, meski konsumsi daging sapi stabil, pemotongan hewan di RPH cenderung menurun. (eka/fun)