alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Latih ASN di Kab Probolinggo Melek Digital untuk Ketahanan Informasi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pada era digital, kehidupan manusia semakin dimudahkan oleh teknologi komunikasi. Termasuk, makin mudah menyebarkan informasi. Salah satunya penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial (medsos).

Menghadapi era digital itu, Selasa (19/11) Pemkab Probolinggo melalui Dinas Kominfo menggelar pelatihan Melek Digital bagi para aparatur sipil negera (ASN). Pelatihan bertema “Menjemput Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dengan Ketahanan Informasi Daerah”.

Pelatihan itu melibatkan ASN dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kecamatan. Dalam pelatihan yang digelar di ruang Madakaripura lantai V Kantor Bupati Probolinggo, itu tiap OPD dan pemerintah kecamatan diwakili oleh dua peserta.

Acara pelatihan digital itu dikemas dengan menarik dan atraktif. Ada empat narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ASN Melek Digital itu. Yakni, Muhammad Fahmi, redaktur senior dan penangung jawab radarbromo.co.id; Fauzi Rahmadani, freelance filmmaker dan social media strategy; Zainal Arifin, fotografer Jawa Pos Radar Bromo; dan Achmad Syaifudin Abdillah, koordinator desain grafis Jawa Pos Radar Bromo.

Muhammad Fahmi dalam paparannya memberikan materi berjudul “Jurnalistik Asyik bagi ASN di Era Digital”. Ia banyak mengupas tentang pembuatan berita online. Mulai teknik wawancara hingga menulis berita online. Termasuk penulisan berita dengan prinsip 5W + 1H.

“Dalam hal teknik reportase tidak ada perbedaan antara jurnalistik online dan jurnalistik cetak. Yang berbeda, berita online lebih cepat,” katanya.

Menurutnya, di zaman serbadigital ini, semua orang bisa menjadi wartawan. Sebab, banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi. Seperti facebook, Instagram, hingga Twitter. Termasuk dengan membuat website sendiri.

JURNALISTIK ASYIK: Penanggungjawab radarbromo.co.id saat memberikan materi Jurnalistik Asyik bagi ASN di era Digital. (Jamaludin/Radar Bromo)

 

“Di zaman digital ini, kita bisa membuat website sendiri, maupun membuat video yang diunggah di YouTube. Website bisa diisi dengan kegiatan OPD dan kecamatan masing-masing,” katanya.

Fauzi Rahmadani, narasumber kedua dalam paparannya banyak mengupas tentang medsos. Menurutnya, medsos bisa dikatakan sebagai media online. Sebab, para penggunanya melalui aplikasi berbasis internet bisa menyebarkan dan menyampaikan informasi melalui medsos.

“Namun, dalam bermedsos, harus bijak. Di Medsos tidak ada gate keeper atau penghambat. Beda dengan media cetak atau media online di sebuah perusahaan. Di situ ada redaktur dan lain-lain. Jadi, harus bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial,” katanya.

Fauzi juga memberikan sejumlah tips agar media sosial yang dimanfaatkan banyak diikuti, maupun menarik bagi warganet. Di antaranya, konten yang dibuat harus menarik dengan disertai desain yang memikat. Termasuk dokumentasi berupa foto.

“Agar follower tidak bosan atau merasa monoton dengan yang kita upload, konten harus tren dan informatif. Carilah hal yang sedang viral atau menjadi trending. Misalnya, untuk menyampaikan informasi pelayanan di OPD dengan cara menduplikasi sesuatu yang viral,” ujarnya sambil menunjukkan contoh tampilan Instagram milik salah satu kementerian pada video slide.

Materi fotograpi dan desain grafis juga diberikan pada kegiatan itu. Yakni, oleh Zainal Arifin dan Achmad Syaifudin Abdillah. Keduanya memberikan materi untuk menambah pemahaman dan ilmu peserta tentang cara pengambilan foto yang baik dan menarik, hingga desain grafis.

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, tujuan pelatihan ASN Melek Digital untuk memberikan pemahaman kepada para ASN. Khususnya, pemahaman tentang penyebaran informasi tentang kegiatan masing-masing di era digital. Melalui tulisan dan foto yang menarik untuk dilihat dan dibaca oleh masyarakat.

“Di era digital 4.0 ini, kami harapkan ASN bisa menyampaikan apa atau kegiatan apa yang mereka lakukan untuk publik. Jadi, kinerjanya bisa disampaikan ke publik. Karena ini juga sebagai bentuk keterbukaan publik,” katanya.

Yulius juga berharap usai pelatihan ini, para OPD dan kecamatan yang dilatih bisa menghidupkan website masing-masing sebagai media transparansi informasin publik. Sehingga, kegiatan mereka bisa tersampaikan ke publik atau masyarakat.

“Juga bisa membuat facebook atau Instagram karena sekarang zamannya medsos. Jadi, akun itu dibuat resmi melalui SK kepala OPD masing-masing untuk menetapkannya secara kedinasan. Sehingga, medsos itu bisa digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya. (uno/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pada era digital, kehidupan manusia semakin dimudahkan oleh teknologi komunikasi. Termasuk, makin mudah menyebarkan informasi. Salah satunya penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial (medsos).

Menghadapi era digital itu, Selasa (19/11) Pemkab Probolinggo melalui Dinas Kominfo menggelar pelatihan Melek Digital bagi para aparatur sipil negera (ASN). Pelatihan bertema “Menjemput Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dengan Ketahanan Informasi Daerah”.

Pelatihan itu melibatkan ASN dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kecamatan. Dalam pelatihan yang digelar di ruang Madakaripura lantai V Kantor Bupati Probolinggo, itu tiap OPD dan pemerintah kecamatan diwakili oleh dua peserta.

Acara pelatihan digital itu dikemas dengan menarik dan atraktif. Ada empat narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ASN Melek Digital itu. Yakni, Muhammad Fahmi, redaktur senior dan penangung jawab radarbromo.co.id; Fauzi Rahmadani, freelance filmmaker dan social media strategy; Zainal Arifin, fotografer Jawa Pos Radar Bromo; dan Achmad Syaifudin Abdillah, koordinator desain grafis Jawa Pos Radar Bromo.

Muhammad Fahmi dalam paparannya memberikan materi berjudul “Jurnalistik Asyik bagi ASN di Era Digital”. Ia banyak mengupas tentang pembuatan berita online. Mulai teknik wawancara hingga menulis berita online. Termasuk penulisan berita dengan prinsip 5W + 1H.

“Dalam hal teknik reportase tidak ada perbedaan antara jurnalistik online dan jurnalistik cetak. Yang berbeda, berita online lebih cepat,” katanya.

Menurutnya, di zaman serbadigital ini, semua orang bisa menjadi wartawan. Sebab, banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi. Seperti facebook, Instagram, hingga Twitter. Termasuk dengan membuat website sendiri.

JURNALISTIK ASYIK: Penanggungjawab radarbromo.co.id saat memberikan materi Jurnalistik Asyik bagi ASN di era Digital. (Jamaludin/Radar Bromo)

 

“Di zaman digital ini, kita bisa membuat website sendiri, maupun membuat video yang diunggah di YouTube. Website bisa diisi dengan kegiatan OPD dan kecamatan masing-masing,” katanya.

Fauzi Rahmadani, narasumber kedua dalam paparannya banyak mengupas tentang medsos. Menurutnya, medsos bisa dikatakan sebagai media online. Sebab, para penggunanya melalui aplikasi berbasis internet bisa menyebarkan dan menyampaikan informasi melalui medsos.

“Namun, dalam bermedsos, harus bijak. Di Medsos tidak ada gate keeper atau penghambat. Beda dengan media cetak atau media online di sebuah perusahaan. Di situ ada redaktur dan lain-lain. Jadi, harus bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial,” katanya.

Fauzi juga memberikan sejumlah tips agar media sosial yang dimanfaatkan banyak diikuti, maupun menarik bagi warganet. Di antaranya, konten yang dibuat harus menarik dengan disertai desain yang memikat. Termasuk dokumentasi berupa foto.

“Agar follower tidak bosan atau merasa monoton dengan yang kita upload, konten harus tren dan informatif. Carilah hal yang sedang viral atau menjadi trending. Misalnya, untuk menyampaikan informasi pelayanan di OPD dengan cara menduplikasi sesuatu yang viral,” ujarnya sambil menunjukkan contoh tampilan Instagram milik salah satu kementerian pada video slide.

Materi fotograpi dan desain grafis juga diberikan pada kegiatan itu. Yakni, oleh Zainal Arifin dan Achmad Syaifudin Abdillah. Keduanya memberikan materi untuk menambah pemahaman dan ilmu peserta tentang cara pengambilan foto yang baik dan menarik, hingga desain grafis.

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, tujuan pelatihan ASN Melek Digital untuk memberikan pemahaman kepada para ASN. Khususnya, pemahaman tentang penyebaran informasi tentang kegiatan masing-masing di era digital. Melalui tulisan dan foto yang menarik untuk dilihat dan dibaca oleh masyarakat.

“Di era digital 4.0 ini, kami harapkan ASN bisa menyampaikan apa atau kegiatan apa yang mereka lakukan untuk publik. Jadi, kinerjanya bisa disampaikan ke publik. Karena ini juga sebagai bentuk keterbukaan publik,” katanya.

Yulius juga berharap usai pelatihan ini, para OPD dan kecamatan yang dilatih bisa menghidupkan website masing-masing sebagai media transparansi informasin publik. Sehingga, kegiatan mereka bisa tersampaikan ke publik atau masyarakat.

“Juga bisa membuat facebook atau Instagram karena sekarang zamannya medsos. Jadi, akun itu dibuat resmi melalui SK kepala OPD masing-masing untuk menetapkannya secara kedinasan. Sehingga, medsos itu bisa digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya. (uno/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/