alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Sunday, 6 December 2020

DD Termin Dua Belum Cair di 25 Desa Kab Pasuruan, Ini Penyebabnya

BANGIL, Radar Bromo – Akhir anggaran semakin mepet. Namun, belum seluruhnya pemerintah desa di Kabupaten Pasuruan bisa menyelesaikan kewajiban untuk pencairan Dana Desa (DD).

Bahkan, untuk pencairan Dana Desa tahap dua sekalipun. Hingga masuk akhir November ini, masih ada 25 desa yang belum menyelesaikan tunggakan pencairan. Sehingga, pencairan anggarannya belum direalisasikan Pemkab Pasuruan.

Kepala Bidang Bina Keuangan dan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Ismiati menguraikan, ada 341 desa di wilayah Kabupaten Pasuruan. Desa-desa tersebut memperoleh support anggaran dari pemerintah daerah dan pusat.

Dari Pemkab Pasuruan, dialokasikan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Sementara dari pemerintah pusat, ada DD yang difungsikan untuk pembangunan di desa-desa. “Untuk DD, pencairannya dilakukan tiga tahapan. Sementara untuk ADD, direalisasikan dua tahapan,” ungkap Ismiati.

Persoalannya, kata Ismiati, hingga November ini belum seluruhnya DD termin kedua bisa cair. Sejumlah desa belum menyelesaikan persyaratan, sehingga pencairan untuk termin kedua itu belum bisa dilakukan.

Hal ini jelas akan berdampak terhadap pencairan di termin ketiga. Karena pencairan untuk termin ketiga, tentu akan terganggu seiring dengan mepetnya tahun anggaran 2019. Sebab, realisasi pencairan DD tahap ketiga harus menyertakan SPj untuk pekerjaan di termin kedua.

“Waktunya memang sudah mepet. Makanya, kami terus mendorong pemerintah desa untuk segera menuntaskan kekurangan persyaratannya,” tambahnya.

Hingga saat ini, setidaknya ada 25 desa yang belum menyelesaikan SPj untuk termin kedua. Berbagai hal menjadi penyebab. Salah satunya, konsentrasi yang terpecah antara penyelesaian SPj itu dengan Pilkades.

“Kami sudah melakukan pendekatan-pendekatan. Supaya kewajiban desa bisa segera diselesaikan agar dananya bisa dicairkan,” jelasnya. (one/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

BERITA TERBARU

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar.

Hewan Ternak Rentan Sakit Ini saat Musim Hujan

Musim hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak.

Tekan Covid-19; Disiplin 3M Sama Pentingnya dengan Vaksin

Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

Terdampak Pandemi, Pilot pun Nyambi Bisnis Online Shop

pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku, pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi.

Musim Hujan, Saatnya Mulai Waspadai Demam Berdarah Dengue

Dinkes Kabupaten Probolinggo mengimbau agar masyarakat tak abai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).