alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Bakesbangpol Kota Probolinggo Gelar Fasilitasi Forkopimda, Toga, dan Tomas

Komunikasi yang baik terus dibangun Pemkot Probolinggo. Salah satunya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Rabu (20/11), digelar Fasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama (Toga), dan Tokoh Masyarakat (Tomas), di Orin Hall & Resto, Kota Probolinggo.

————-

Tiga bulan sekali, Bakesbangpol Kota Probolinggo rutin menggelar kegiatan Fasilitasi Forkopimda, Toga, dan Tomas. Kemarin, kegiatan tersebut digelar di Orin Hall & Resto, Kota Probolinggo dan diikuti 300 peserta.

Mereka merupakan anggota Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo, lurah se-Kota Probolinggo, dan MUI Kota Probolinggo. Serta, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari 29 kelurahan di Kota Probolinggo.

LAPORAN: Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Teguh Sujawanto memberikan sambutan dan memberikan arahan tentang pentingnya acara ini.

 

Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Teguh Sujawanto mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja Bakesbangpol Kota Probolinggo yang dilaksanakan rutin tiga bulan sekali. Kemarin, merupakan kegiatan yang keempat pada tahun ini.

“Kegiatan Fasilitasi Forkopimda, Toga, dan Tomas untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat. Sehingga, masyarakat mengetahui dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.

SAMBUTAN: Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara.

 

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya mengatakan saat ini situasi dan kondisi Kota Probolinggo aman dan kondusif. Semua itu tidak lepas dari sinergi dan kerja keras semua elemen. Baik pemerintah daerah, aparat keamanan, toga, tomas, maupun elemen lainnya. “Kondusifnya situasi politik dan keamanan nasional secara langsung akan membawa dampak ke daerah, termasuk Kota Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini di Kota Probolinggo ada beberapa isu. Dalam beberapa hari belakangan, terjadi antrean panjang di beberapa SPBU, khususnya premium. Pengaturan terhadap pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan jeriken perlu ditertibkan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan.

“OPD (organisasi perangkat daerah) yang membidangi ini agar berkoordinasi dengan instansi terkait. Agar tidak tejadi kelangkaan BBM yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

LINTAS TOKOH: Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan Fasilitasi Forkopimda, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, di Orin Hall & Resto, Rabu (20/11).

 

Selain itu, cegah dan deteksi dini terhadap potensi ancaman yang mungkin bisa terjadi. Seperti, aksi terorisme yang pernah tejadi di Kota Probolinggo. Menurut Wali Kota, ini menjadi tugas bersama bagaimana orang-orang yang terpapar paham radikalisme kembali ke jalan yang benar.

Tak hanya itu, peserta juga punya kesempatan untuk berdialog dengan narasumber dari Pemkot, Kodim, Polresta, Kejaksaan Probolinggo, dan Pengadilan Negeri Probolinggo. Hal ini dilakukan untuk mendengar segala permasalahan dan dicari solusinya.

“Keberagaman masyarakat, baik suku, agama, ras, dan budaya merupakan suatu kekayaan. Namun, jika tidak dapat mengelola dengan baik, maka akan mengakibatkan konflik di masyarakat. Yang perlu dikedepankan adalah sikap toleransi dan menghargai, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” ujar Wali Kota. (ar/*)

Komunikasi yang baik terus dibangun Pemkot Probolinggo. Salah satunya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Rabu (20/11), digelar Fasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama (Toga), dan Tokoh Masyarakat (Tomas), di Orin Hall & Resto, Kota Probolinggo.

————-

Tiga bulan sekali, Bakesbangpol Kota Probolinggo rutin menggelar kegiatan Fasilitasi Forkopimda, Toga, dan Tomas. Kemarin, kegiatan tersebut digelar di Orin Hall & Resto, Kota Probolinggo dan diikuti 300 peserta.

Mereka merupakan anggota Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo, lurah se-Kota Probolinggo, dan MUI Kota Probolinggo. Serta, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari 29 kelurahan di Kota Probolinggo.

LAPORAN: Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Teguh Sujawanto memberikan sambutan dan memberikan arahan tentang pentingnya acara ini.

 

Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Teguh Sujawanto mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja Bakesbangpol Kota Probolinggo yang dilaksanakan rutin tiga bulan sekali. Kemarin, merupakan kegiatan yang keempat pada tahun ini.

“Kegiatan Fasilitasi Forkopimda, Toga, dan Tomas untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat. Sehingga, masyarakat mengetahui dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.

SAMBUTAN: Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara.

 

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya mengatakan saat ini situasi dan kondisi Kota Probolinggo aman dan kondusif. Semua itu tidak lepas dari sinergi dan kerja keras semua elemen. Baik pemerintah daerah, aparat keamanan, toga, tomas, maupun elemen lainnya. “Kondusifnya situasi politik dan keamanan nasional secara langsung akan membawa dampak ke daerah, termasuk Kota Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini di Kota Probolinggo ada beberapa isu. Dalam beberapa hari belakangan, terjadi antrean panjang di beberapa SPBU, khususnya premium. Pengaturan terhadap pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan jeriken perlu ditertibkan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan.

“OPD (organisasi perangkat daerah) yang membidangi ini agar berkoordinasi dengan instansi terkait. Agar tidak tejadi kelangkaan BBM yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

LINTAS TOKOH: Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan Fasilitasi Forkopimda, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, di Orin Hall & Resto, Rabu (20/11).

 

Selain itu, cegah dan deteksi dini terhadap potensi ancaman yang mungkin bisa terjadi. Seperti, aksi terorisme yang pernah tejadi di Kota Probolinggo. Menurut Wali Kota, ini menjadi tugas bersama bagaimana orang-orang yang terpapar paham radikalisme kembali ke jalan yang benar.

Tak hanya itu, peserta juga punya kesempatan untuk berdialog dengan narasumber dari Pemkot, Kodim, Polresta, Kejaksaan Probolinggo, dan Pengadilan Negeri Probolinggo. Hal ini dilakukan untuk mendengar segala permasalahan dan dicari solusinya.

“Keberagaman masyarakat, baik suku, agama, ras, dan budaya merupakan suatu kekayaan. Namun, jika tidak dapat mengelola dengan baik, maka akan mengakibatkan konflik di masyarakat. Yang perlu dikedepankan adalah sikap toleransi dan menghargai, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” ujar Wali Kota. (ar/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/