alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Perkuat Pendidikan Karakter dengan Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo kembali menggelar Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan. Lomba ini diikuti 132 peserta dari 44 tim SMP dan MTs negeri-swasta se-Kota Probolinggo.

————-

Sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-V terus digelar Pemkot Probolinggo. Salah satunya Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan. Minggu (19/10), lomba yang diikuti puluhan tim ini digelar di Bale Hinggil Kota Probolinggo.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar tingkat SMP/MTs. Sekaligus menumbuhkan pendidikan karakter bangsa sesuai nilai-nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945, sehingga akan memperkuat semangat nasionalisme,” ujar Kabid Kewaspadaan Integrasi Bangsa, Bakesbangpol Kota Probolinggo Edy Trisula ketika menyampaikan laporan panitia, Sabtu (19/10).

Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dalam sambutannya mengingatkan peserta lomba mengenai pentingnya pengetahuan kebangsaan. “Era globalisasi tidak dapat kita hindari seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Pesan dan informasi yang diterima akan memengaruhi segala aspek kehidupan yang membawa nilai-nilai universal yang dapat melunturkan nilai-nilai nasionalisme bangsa, baik dari pemikiran dan tindakan khususnya kaum muda,” ujarnya.

KOMPAK: Edy Trisula, panitia Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan, menyampaikan laporannya. Acara ini juga dihadiri oleh Plt Sekda Kota Probolinggo Achmad Sudianto; Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf Meftah Puaddi; Kasatbinmas Polresta Iptu Reno Utami, dan Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Gogol Sudjarwo.

Efek negatif dari perkembangan teknologi internet menyebabkan kaum muda kurang peduli dengan nilai patriotisme dan nasionalisme. Serta, lebih tertarik budaya barat dari segala bidang sehingga melunturkan wawasan nilai kebangsaan.

“Melihat kondisi ini, Pemkot Probolinggo melakukan langkah strategis untuk menumbuhkan kembali wawasan kebangsaan melalui jalur pendidikan. Harapannya dapat mengembalikan eksistensi bangsa yang beradab dari dua aspek, yaitu moral dan intelektual,” jelasnya.

Subri berharap, para pelajar menyikapi era globalisasi dengan bijak. Serta, tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang belum terbukti kebenarannya, seperti hoax dan ujaran kebencian.

Dalam lomba ini panitia mendapuk para juri dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo, Kemenag Kota Probolingo, dan dari PC NU Kota Probolinggo. Lomba dibagi tiga babak. Meliputi, babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Hingga terlahir juara 1 sampai juara 3 serta juara harapan 1 sampai harapan 3.

Para juara ini diganjar dengan hadiah uang pembinaan, piala, dan sertifikat. Total uang pembinaan yang disiapkan panitia mencapai Rp 5.250.000. Selain itu, juga ada juara lomba yelyel terbaik untuk para pendukung peserta lomba.

Usai lomba, para pemenangnya langsung diumumkan. Namun, hadiah untuk para juara 1 sampai juara 3 baru akan diserahkan usai upacara Peringatan Hari Santri di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, pada Selasa, 22 Oktober 2019. (put/*)

PARA JUARA: Peserta peraih juara 1, 2, dan 3 berfoto bersama. Mereka baru akan menerima piala kemenangannya dalam Upacara Hari Santri di Stadion Bayuangga, pada 22 Oktober 2019.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo kembali menggelar Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan. Lomba ini diikuti 132 peserta dari 44 tim SMP dan MTs negeri-swasta se-Kota Probolinggo.

————-

Sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-V terus digelar Pemkot Probolinggo. Salah satunya Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan. Minggu (19/10), lomba yang diikuti puluhan tim ini digelar di Bale Hinggil Kota Probolinggo.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar tingkat SMP/MTs. Sekaligus menumbuhkan pendidikan karakter bangsa sesuai nilai-nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945, sehingga akan memperkuat semangat nasionalisme,” ujar Kabid Kewaspadaan Integrasi Bangsa, Bakesbangpol Kota Probolinggo Edy Trisula ketika menyampaikan laporan panitia, Sabtu (19/10).

Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dalam sambutannya mengingatkan peserta lomba mengenai pentingnya pengetahuan kebangsaan. “Era globalisasi tidak dapat kita hindari seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Pesan dan informasi yang diterima akan memengaruhi segala aspek kehidupan yang membawa nilai-nilai universal yang dapat melunturkan nilai-nilai nasionalisme bangsa, baik dari pemikiran dan tindakan khususnya kaum muda,” ujarnya.

KOMPAK: Edy Trisula, panitia Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan, menyampaikan laporannya. Acara ini juga dihadiri oleh Plt Sekda Kota Probolinggo Achmad Sudianto; Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf Meftah Puaddi; Kasatbinmas Polresta Iptu Reno Utami, dan Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Gogol Sudjarwo.

Efek negatif dari perkembangan teknologi internet menyebabkan kaum muda kurang peduli dengan nilai patriotisme dan nasionalisme. Serta, lebih tertarik budaya barat dari segala bidang sehingga melunturkan wawasan nilai kebangsaan.

“Melihat kondisi ini, Pemkot Probolinggo melakukan langkah strategis untuk menumbuhkan kembali wawasan kebangsaan melalui jalur pendidikan. Harapannya dapat mengembalikan eksistensi bangsa yang beradab dari dua aspek, yaitu moral dan intelektual,” jelasnya.

Subri berharap, para pelajar menyikapi era globalisasi dengan bijak. Serta, tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang belum terbukti kebenarannya, seperti hoax dan ujaran kebencian.

Dalam lomba ini panitia mendapuk para juri dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo, Kemenag Kota Probolingo, dan dari PC NU Kota Probolinggo. Lomba dibagi tiga babak. Meliputi, babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Hingga terlahir juara 1 sampai juara 3 serta juara harapan 1 sampai harapan 3.

Para juara ini diganjar dengan hadiah uang pembinaan, piala, dan sertifikat. Total uang pembinaan yang disiapkan panitia mencapai Rp 5.250.000. Selain itu, juga ada juara lomba yelyel terbaik untuk para pendukung peserta lomba.

Usai lomba, para pemenangnya langsung diumumkan. Namun, hadiah untuk para juara 1 sampai juara 3 baru akan diserahkan usai upacara Peringatan Hari Santri di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, pada Selasa, 22 Oktober 2019. (put/*)

PARA JUARA: Peserta peraih juara 1, 2, dan 3 berfoto bersama. Mereka baru akan menerima piala kemenangannya dalam Upacara Hari Santri di Stadion Bayuangga, pada 22 Oktober 2019.

MOST READ

BERITA TERBARU

/