Buka Nonstop, Puskesmas Ketapang Siagakan Petugas Kebersihan

Faskes yang memiliki fasilitas rawat inap memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi untuk menjaga kondisi kebersihan. Pasalnya, pengunjung bisa datang sewaktu-waktu selama 24 jam. Puskesmas Ketapang yang memiliki rawat inap, mengantisipasinya dengan menyiapkan petugas kebersihan nonstop.

——————

Kondisi Fasilitas Kesehatan yang memiliki fasilitas rawat inap jauh berbeda dengan Faskes yang hanya melayani rawat jalan. Perbedaan ini terutama karena pengunjung di faskes dengan rawat inap akan selalu ada selama 24 jam.

Hal inilah yang dirasakan Puskesmas Ketapang. Puskesmas ini adalah salah satu di antara 2 faskes yang menyediakan layanan rawat inap.

“Puskesmas Ketapang ini merupakan puskesmas dengan rawat inap. Jadi, pengunjung itu selalu ada 24 jam. Sehingga, kami juga menyiapkan petugas kebersihan yang stand by 24 jam secara bergantian,” ujar Sulistyo Triantono Putro, sanitarian Puskesmas Ketapang saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (17/11).

Total ada 4 petugas kebersihan di puskesmas ini. Mereka mendapatkan tugas dan tanggung jawab berbeda untuk melaksanakan kebersihan.

“Namun, jika ada salah satu petugas yang sakit atau berhalangan, maka petugas bisa menggantikan yang lain,” ujarnya.

Selain menyiapkan petugas yang stand by 24 jam, Puskesmas Ketapang juga teliti dalam mengelola limbah. Terutama limbah medis seperti peralatan kesehatan yang telah digunakan pasien.

“Seperti sampah nonmedis itu dikemas dengan kantong plastik hitam. Sedangkan untuk sampah medis menggunakan kantong kuning,” ujarnya.

Sampah medis itu pun harus dikelola khusus dan tidak bisa dibuang ke TPS seperti halnya sampah nonmedis.

“Kami melibatkan pihak ketiga untuk pembuangan sampah nonmedis. Baik berupa sampah alat maupun sampah medis seperti kasa kain atau jaringan tubuh,”

“Kalau sampah medis ini biasanya tidak ada di kamar rawat pasien, tapi di ruang IGD,” ujarnya.

Rencana ke depan, Puskesmas Ketapang mengajukan izin kepada wali kota untuk memindahkan tempat parkir ke lapangan Bromo.

“Halaman puskesmas yang saat ini digunakan untuk parkir akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Anton –biasa disapa- mengungkapkan, bahwa Puskesmas Ketapang memiliki luas area yang terbatas. Berbatasan dengan jalan maupun perumahan, sehingga sulit untuk mengembangkan fasilitas kesehatan tersebut. (put/fun)