alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Pembentukan Panitia Pilkades Sebani Pandaan Di-Deadline 24 Oktober

PANDAAN, Radar Bromo – Sejak panitia Pilkades Sebani mengundurkan diri Senin (14/10), belum terbentuk panitia baru hingga kemarin. Pihak Kecamatan Pandaan pun memberikan deadline agar panitia baru terbentuk paling lambat 24 Oktober.

“Panitia Pilkades yang baru di Desa Sebani, harus dibentuk secepatnya. Panitia baru ini nanti melanjutkan tahapan Pilkades yang ada. Sehingga, Pilkades di desa ini bisa jalan terus,” ujar Camat Pandaan Suwito Adi.

Untuk pembentukan panitia baru Pilkades, pihaknya sudah memanggil BPD setempat. Pihaknya menyampaikan saran serta masukan. Juga menegaskan, Pilkades Sebani tetap digelar tahun ini bersama 242 desa lainnya di Kabupaten Pasuruan.

“Pagi ini (17/10, Red.), dijadwalkan rapat BPD sekaligus pembentukan panitian baru pilkades,” terang Suwito panggilan akrabnya.

Secara terpisah, Kasi Pemerintahan Kantor Kecamatan Pandaan Adi Pramono menyebut, pembentukan panitia bertujuan mencari pengganti panitia yang mundur. Jumlahnya 19 orang.

Berdasarkan Perbup 20/1017 tentang Pilkades di Kabupaten Pasuruan, mereka harus terdiri atas sejumlah unsur. Di antaranya perangkat desa, tokoh masyarakat dan agama. Termasuk organisasi kelembagaan yang ada di desa seperti Karang Taruna dan lainnya.

“Kalau melihat tahapan yang ada, panitia pilkades baru di-deadline terbentuk maksimal 24 Oktober. Jika belum terbentuk, kecamatan segera menyampaikan ke tingkat kabupaten untuk dievaluasi. Sekaligus petunjuknya seperti apa,” ucapnya.

Sebagai informasi, panitia Pilkades Sebani mundur setelah ada desakan mundur dari bacakades M. Hufron, 35, beserta para pendukungnya. Mereka melurug Kantor Kecamatan Pandaan dan Kantor Desa Sebani dan menuntut digelar ujian akademik susulan. Sebab, Hufron tidak ikut ujian akademis serentak pada Jumat (11/10) di GOR Raci. (zal/hn)

PANDAAN, Radar Bromo – Sejak panitia Pilkades Sebani mengundurkan diri Senin (14/10), belum terbentuk panitia baru hingga kemarin. Pihak Kecamatan Pandaan pun memberikan deadline agar panitia baru terbentuk paling lambat 24 Oktober.

“Panitia Pilkades yang baru di Desa Sebani, harus dibentuk secepatnya. Panitia baru ini nanti melanjutkan tahapan Pilkades yang ada. Sehingga, Pilkades di desa ini bisa jalan terus,” ujar Camat Pandaan Suwito Adi.

Untuk pembentukan panitia baru Pilkades, pihaknya sudah memanggil BPD setempat. Pihaknya menyampaikan saran serta masukan. Juga menegaskan, Pilkades Sebani tetap digelar tahun ini bersama 242 desa lainnya di Kabupaten Pasuruan.

“Pagi ini (17/10, Red.), dijadwalkan rapat BPD sekaligus pembentukan panitian baru pilkades,” terang Suwito panggilan akrabnya.

Secara terpisah, Kasi Pemerintahan Kantor Kecamatan Pandaan Adi Pramono menyebut, pembentukan panitia bertujuan mencari pengganti panitia yang mundur. Jumlahnya 19 orang.

Berdasarkan Perbup 20/1017 tentang Pilkades di Kabupaten Pasuruan, mereka harus terdiri atas sejumlah unsur. Di antaranya perangkat desa, tokoh masyarakat dan agama. Termasuk organisasi kelembagaan yang ada di desa seperti Karang Taruna dan lainnya.

“Kalau melihat tahapan yang ada, panitia pilkades baru di-deadline terbentuk maksimal 24 Oktober. Jika belum terbentuk, kecamatan segera menyampaikan ke tingkat kabupaten untuk dievaluasi. Sekaligus petunjuknya seperti apa,” ucapnya.

Sebagai informasi, panitia Pilkades Sebani mundur setelah ada desakan mundur dari bacakades M. Hufron, 35, beserta para pendukungnya. Mereka melurug Kantor Kecamatan Pandaan dan Kantor Desa Sebani dan menuntut digelar ujian akademik susulan. Sebab, Hufron tidak ikut ujian akademis serentak pada Jumat (11/10) di GOR Raci. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/