alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Dibangun Senilai Rp 400 Juta, Gedung Puspaga Kurang Dimanfaatkan

BANGIL, Radar Bromo – Keberadaan gedung Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) milik BKKBN Kabupaten Pasuruan sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, gedung itu sepi seolah tak pernah digunakan.

Padahal, gedung yang berada di Gempeng, Kecamatan Bangil, tersebut dibangun dengan dana APBD yang tak murah. Mencapai lebih dari Rp 400 juta.

Sayangnya, keberadaannya seolah terabaikan. Kondisi di gedung itu pun sepi. Terbukti saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung, Rabu (16/10), tidak ada aktivitas apapun di gedung setempat.

Bahkan, tidak ada satu orang pun yang tampak. Padahal, dalam papan nama gedung tersebut tertulis jam layanan atau jam buka. Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, buka mulai pukul 09.00 hingga 14.00.

Kenyataannya, tidak demikian. Pintu gedung tertutup rapat. Pagar sisi utara pun tak tampak buka. Tidak ada kendaraan yang terparkir, bahkan petugas jaga sekalipun.

Mangkraknya gedung tersebut mengundang perhatian dari aktivis Pasuruan, Lujeng Sudarto. Ia menyayangkan tak berfungsinya gedung tersebut. Pasalnya, dana yang digunakan untuk membangun cukup besar.

Dan lagi, uang tersebut bersumber dari rakyat yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik. “Sudah seharusnya gedung yang dibangun dengan uang rakyat itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Lujeng.

Menurutnya, keberadaan gedung setempat memang memiliki banyak fungsi. Karena menjadi sarana informasi bagi masyarakat seputar keluarga. Sayangnya, pemanfaatan gedung itu tak bisa difungsikan dengan baik.

“Sungguh disayangkan, kalau dibangun akhirnya dibiarkan tanpa difungsikan. Kesannya menghambur-hamburkan anggaran,” pungkasnya.

Kepala BKKBN Kabupaten Pasuruan Loembini Pedjati Lajoeng menyampaikan, gedung tersebut sebenarnya sudah dimanfaatkan. Memang belum bisa maksimal karena masih terkendala keterbatasan petugas.

Ia menegaskan, masih berusaha memenuhi kebutuhan petugas. Supaya optimalisasi gedung tersebut bisa dilakukan. “Ada kendala petugas untuk disiapkan di gedung tersebut. Kami masih mengupayakan,” urainya. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Keberadaan gedung Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) milik BKKBN Kabupaten Pasuruan sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, gedung itu sepi seolah tak pernah digunakan.

Padahal, gedung yang berada di Gempeng, Kecamatan Bangil, tersebut dibangun dengan dana APBD yang tak murah. Mencapai lebih dari Rp 400 juta.

Sayangnya, keberadaannya seolah terabaikan. Kondisi di gedung itu pun sepi. Terbukti saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung, Rabu (16/10), tidak ada aktivitas apapun di gedung setempat.

Bahkan, tidak ada satu orang pun yang tampak. Padahal, dalam papan nama gedung tersebut tertulis jam layanan atau jam buka. Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, buka mulai pukul 09.00 hingga 14.00.

Kenyataannya, tidak demikian. Pintu gedung tertutup rapat. Pagar sisi utara pun tak tampak buka. Tidak ada kendaraan yang terparkir, bahkan petugas jaga sekalipun.

Mangkraknya gedung tersebut mengundang perhatian dari aktivis Pasuruan, Lujeng Sudarto. Ia menyayangkan tak berfungsinya gedung tersebut. Pasalnya, dana yang digunakan untuk membangun cukup besar.

Dan lagi, uang tersebut bersumber dari rakyat yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik. “Sudah seharusnya gedung yang dibangun dengan uang rakyat itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Lujeng.

Menurutnya, keberadaan gedung setempat memang memiliki banyak fungsi. Karena menjadi sarana informasi bagi masyarakat seputar keluarga. Sayangnya, pemanfaatan gedung itu tak bisa difungsikan dengan baik.

“Sungguh disayangkan, kalau dibangun akhirnya dibiarkan tanpa difungsikan. Kesannya menghambur-hamburkan anggaran,” pungkasnya.

Kepala BKKBN Kabupaten Pasuruan Loembini Pedjati Lajoeng menyampaikan, gedung tersebut sebenarnya sudah dimanfaatkan. Memang belum bisa maksimal karena masih terkendala keterbatasan petugas.

Ia menegaskan, masih berusaha memenuhi kebutuhan petugas. Supaya optimalisasi gedung tersebut bisa dilakukan. “Ada kendala petugas untuk disiapkan di gedung tersebut. Kami masih mengupayakan,” urainya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/