alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Di Probolinggo, Aplikasi FishOn Kurang Efektif

MAYANGAN, Radar Bromo – Aplikasi khusus penangkapan ikan berbasis android yang disiapkan Kementerian Koordinator Kemaritiman, ternyata kurang efektif digunakan di Kota Probolinggo. Sebab, potensi perikanan di selat Madura semakin sedikit.

Kepala Dinas Perikanan Kota Probolinggo Sudiman mengatakan, aplikasi perikanan ini sudah digunakan lama di Kota Probolinggo. “Aplikasi ini membantu nelayan untuk menentukan titik berkumpulnya ikan. Sehingga, nelayan bisa langsung menuju tempat tersebut untuk menangkap ikan,” ujarnya.

Namun, penggunaannya di peraian Selat Madura, kurang efektif. Karena potensi perikanannya semakin sedikit karena tingginya aktivitas penangkapan ikan. “Aplikasi ini efektif di luar perairan Selat Madura atau di laut selatan. Karena di sana potensi perikanan masih cukup besar,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Muhammad Gunawan Saleh mengatakan, di Jawa Timur baru tiga daerah yang menggunakan aplikasi ini. Meliputi Lamongan, Pacitan, dan Pamekasan.

“Ada program dari Kementerian Koordinator Kemaritiman yaitu Program Sejuta Nelayan Berdaulat. Saat ini masih tahap uji coba penggunaan aplikasi FishOn,” ujarnya,

Gunawan menjelaskan, bagi nelayan kecil akan mendapatkan android dan aplikasi FishOn. Dengan aplikasi ini, nelayan bisa langsung mengetahui lokasi di mana ikan berkumpul. “Saat ini di Jawa Timur baru ada tiga daerah yang menggunakan program ini. Yaitu, Lamongan, Pamekasan, dan Pacitan,” jelasnya. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Aplikasi khusus penangkapan ikan berbasis android yang disiapkan Kementerian Koordinator Kemaritiman, ternyata kurang efektif digunakan di Kota Probolinggo. Sebab, potensi perikanan di selat Madura semakin sedikit.

Kepala Dinas Perikanan Kota Probolinggo Sudiman mengatakan, aplikasi perikanan ini sudah digunakan lama di Kota Probolinggo. “Aplikasi ini membantu nelayan untuk menentukan titik berkumpulnya ikan. Sehingga, nelayan bisa langsung menuju tempat tersebut untuk menangkap ikan,” ujarnya.

Namun, penggunaannya di peraian Selat Madura, kurang efektif. Karena potensi perikanannya semakin sedikit karena tingginya aktivitas penangkapan ikan. “Aplikasi ini efektif di luar perairan Selat Madura atau di laut selatan. Karena di sana potensi perikanan masih cukup besar,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Muhammad Gunawan Saleh mengatakan, di Jawa Timur baru tiga daerah yang menggunakan aplikasi ini. Meliputi Lamongan, Pacitan, dan Pamekasan.

“Ada program dari Kementerian Koordinator Kemaritiman yaitu Program Sejuta Nelayan Berdaulat. Saat ini masih tahap uji coba penggunaan aplikasi FishOn,” ujarnya,

Gunawan menjelaskan, bagi nelayan kecil akan mendapatkan android dan aplikasi FishOn. Dengan aplikasi ini, nelayan bisa langsung mengetahui lokasi di mana ikan berkumpul. “Saat ini di Jawa Timur baru ada tiga daerah yang menggunakan program ini. Yaitu, Lamongan, Pamekasan, dan Pacitan,” jelasnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/