alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Lelang Proyek Pasar Kronong Diikuti 30 Rekanan

MAYANGAN – Rencana Pemkot Probolinggo melanjutkan pembangunan Pasar Kronong, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus dimatangkan. Sejauh ini, proyek yang dialokasikan sekitar Rp 850 juta itu sudah memasuki tahap lelang. Ada sekitar 30 rekanan yang mendaftar untuk bisa menggarap pembangunannya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi mengatakan, pembangunan Pasar Kronong sudah dilakukan pada 2017. Namun, saat itu rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya 100 persen. “Putus kontrak karena rekanan tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang belum dituntaskan sekitar 20 persen. Tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 850 juta untuk melanjutkan pembangunannya. Sejauh ini, tahapannya masih menunggu proses lelang. “Sudah ada sekiar 30 rekanan yang ikut lelang pembangunan Pasar Kronong. Tinggal menunggu pemenangnya,” ujarnya.

Gatot mengatakan, pengerjaan itu melengkapi sisa pembangunan yang belum dikerjakan pada 2017. Seperti, toilet, paving, lantai, dan pintu rolling door. “Dulu tahun 2017, anggaran yang disiapakn untuk Pasar Kronong sekitar Rp 1,9 miliar. Karena putus kontrak, sisa anggaran sekitar Rp 850 juta yang belum terserap kembali dialokasikan tahun ini,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Kronong ini telah direncanakan sejak 2016. Pembangunan baru bisa digarap pada 2017. Saat itu, pelaksana mengajukan penawaran Rp 1,4 miliar. Namun, ternyata tidak merampungkan 100 persen. Pelaksana hanya menyelesaikan 80 persen.

Tahun kemarin, DKUPP Kota Probolinggo berencana meneruskannya dengan anggaran Rp 200 juta. Namun, tidak jadi. Sehingga, dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp 850 juta. (mas/rud)

MAYANGAN – Rencana Pemkot Probolinggo melanjutkan pembangunan Pasar Kronong, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus dimatangkan. Sejauh ini, proyek yang dialokasikan sekitar Rp 850 juta itu sudah memasuki tahap lelang. Ada sekitar 30 rekanan yang mendaftar untuk bisa menggarap pembangunannya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi mengatakan, pembangunan Pasar Kronong sudah dilakukan pada 2017. Namun, saat itu rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya 100 persen. “Putus kontrak karena rekanan tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang belum dituntaskan sekitar 20 persen. Tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 850 juta untuk melanjutkan pembangunannya. Sejauh ini, tahapannya masih menunggu proses lelang. “Sudah ada sekiar 30 rekanan yang ikut lelang pembangunan Pasar Kronong. Tinggal menunggu pemenangnya,” ujarnya.

Gatot mengatakan, pengerjaan itu melengkapi sisa pembangunan yang belum dikerjakan pada 2017. Seperti, toilet, paving, lantai, dan pintu rolling door. “Dulu tahun 2017, anggaran yang disiapakn untuk Pasar Kronong sekitar Rp 1,9 miliar. Karena putus kontrak, sisa anggaran sekitar Rp 850 juta yang belum terserap kembali dialokasikan tahun ini,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Kronong ini telah direncanakan sejak 2016. Pembangunan baru bisa digarap pada 2017. Saat itu, pelaksana mengajukan penawaran Rp 1,4 miliar. Namun, ternyata tidak merampungkan 100 persen. Pelaksana hanya menyelesaikan 80 persen.

Tahun kemarin, DKUPP Kota Probolinggo berencana meneruskannya dengan anggaran Rp 200 juta. Namun, tidak jadi. Sehingga, dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp 850 juta. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/