Jaringan Pembuat di Taman Dayu Bisa Hasilkan 100 Gram Sabu Sekali Produksi

PROFESIONAL: Rumah yang digunakan jaringan pembuat SS di Taman Dayu. Inset: Kapolres Pasuruan menunjukkan barang bukti bahan baku untuk membuat SS, yang disita dari tersangka. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Rilis home industry sabu oleh Polres Pasuruan juga membeber seputar proses produksi sabu-sabu yang dilakukan pasangan peracik pembuat sabu, Yusuf alias Ciput dan Suwandi alias Wandi. Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Hermawan menyebut, semua proses dilakukan di rumah yang mereka kontrak.

MASIH DIKEMBANGKAN: Polres Pasuruan berupaya mengembangkan kasus yang terbilang besar karena diyakini jaringan lainnya masih Ada. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Rumah itu dikontrak sejak Oktober 2018. Mereka kemudian mulai memproduksi sabu-sabu. Namun, baru berhasil berproduksi di awal Januari 2019.

“Kontrakan rumah ditempati sejak Oktober tahun 2018. Kemudian mereka mencoba produksi dua kali di bulan November 2018, namun gagal. Produksi perdana baru berhasil dilakukan di awal Januari 2019,” tutur Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Sugeng Prayitno.

Yang bertugas memproduksi sabu yaitu Yusuf atau Ciput. Ia dibantu Suwandi alias Wandi. Mereka berdua ini standby tinggal di rumah tersebut.

Yusuf, menurut Kaporles, belajar membuat sabu-sabu dari turorial YouTube. Dia selama ini juga dikenal sebagai pemakai sabu-sabu.

“Selain belajar dari tutorial YouTube, Yusuf alias Ciput ini juga seringkali ikut seminar-seminar BNN. Secara tidak langsung, ia dalami dan disalahgunakan,” terangnya.

Dalam proses pembuatannya, sekali memproduksi mampu menghasilkan 100 gram sabu. Proses pembuatan itu berlangsung selama tiga hari.

“Setelah sabunya jadi, kemudian dibawa dan diedarkan para pelaku lain yang berperan sebagai pengedar dan kurir. Lalu dijual ke para pemakai, salah satunya Siswanto, lawyer,” bebernya.

Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Sugeng Prayitno menambahkan, terdapat empat bahan baku utama yang didistilasi dalam pembuatannya. Kemudian hasilnya dicampur toluen. Setelah itu dicampur lagi dan difermentasikan dengan alkohol.

“Terakhir diproses kristalisasi dan dimasukkan ke pendingin. Kemudian ditunggu beberapa hari, jadilah sabu. Ini keterangan dari pelaku, sesaat setelah penangkapan dan saat proses olah TKP BB keesokan harinya,” terangnya. (zal/hn/fun)