alexametrics
25 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Polemik Proyek RTLH Kota Probolinggo, Dewan Bakal Gelar RDP

PROBOLINGGO – Komisi III DPRD Kota Probolinggo akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) menyikapi hiruk-pikuk proyek RTLH. Tujuannya, untuk mengetahui kejelasan dari program RTLH itu.

Penegasan ini disampaikan Agus Riyanto, ketua Komisi III DPRD setempat. “Kami akan gelar rapat dengar pendapat. Tapi belum tahu kapan. Yang jelas kami segerakan,” katanya.

Politisi PDIP ini menyatakan, rapat dengar pendapat digelar untuk mengatahui kejelasan dari program RTLH tersebut. Sebab, di lapangan terjadi perbedaan.

Agus mendapat informasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) bahwa program bedah rumah untuk warga miskin tersebut dikerjakan LPM. Sementara di lapangan, proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga.

“Mana yang benar, kami tidak tahu. Makanya perlu kumpul bersama dalam rapat dengar pendapat,” tandasnya.

Terkait RTLH yang bermasalah, Agus mengimbau kepada warga penerima manfaat RTLH untuk bersabar. “Urusan pekerjaan, serahkan saja pada orang atau lembaga yang menggarap RTLH. Kewajiban warga hanya membantu,” imbuhnya.

Terpisah, Driyati, kontraktor proyek atau pemborong yang mengerjakan RTLH di Pilang menyebut, pengerjaan yang ada di Pilang bukan ditinggal. Melainkan, ditunggu keringnya. Setelah kering, maka barulah proses pelamiran dilakukan. Sedangkan daun pintu dan jendela, dipasang pada tahap terakhir. Sembari menunggu kayu kusen yang terpasang juga kering.

“Setelah saya konfirmasi kepada kepala tukang saya, itu dibiarkan kering dulu baru diplamir. Selanjutnya, setelah itu juga tunggu kering sebelum dicat. Untuk masalah pintu dan jendela, memang terakhir. Karena tahapanya setelah selesai semua baru dipasang sambil tunggu kayunya kering juga,” terangnya.

Sedangkan, RTLH di Ketapang, pembangunan sudah selesai seperti di RAB. Sisanya tugas dari LPM untuk mencarikan dana swadaya.

“Dan, dari awal sudah sepakat. Ini orangnya yang kurang sabar menunggu LPM mengumpulkan dana swadaya. Saya juga sudah siap untuk urunan menambah dana swadaya itu,” pungkasnya. (rpd/hn)

PROBOLINGGO – Komisi III DPRD Kota Probolinggo akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) menyikapi hiruk-pikuk proyek RTLH. Tujuannya, untuk mengetahui kejelasan dari program RTLH itu.

Penegasan ini disampaikan Agus Riyanto, ketua Komisi III DPRD setempat. “Kami akan gelar rapat dengar pendapat. Tapi belum tahu kapan. Yang jelas kami segerakan,” katanya.

Politisi PDIP ini menyatakan, rapat dengar pendapat digelar untuk mengatahui kejelasan dari program RTLH tersebut. Sebab, di lapangan terjadi perbedaan.

Agus mendapat informasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) bahwa program bedah rumah untuk warga miskin tersebut dikerjakan LPM. Sementara di lapangan, proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga.

“Mana yang benar, kami tidak tahu. Makanya perlu kumpul bersama dalam rapat dengar pendapat,” tandasnya.

Terkait RTLH yang bermasalah, Agus mengimbau kepada warga penerima manfaat RTLH untuk bersabar. “Urusan pekerjaan, serahkan saja pada orang atau lembaga yang menggarap RTLH. Kewajiban warga hanya membantu,” imbuhnya.

Terpisah, Driyati, kontraktor proyek atau pemborong yang mengerjakan RTLH di Pilang menyebut, pengerjaan yang ada di Pilang bukan ditinggal. Melainkan, ditunggu keringnya. Setelah kering, maka barulah proses pelamiran dilakukan. Sedangkan daun pintu dan jendela, dipasang pada tahap terakhir. Sembari menunggu kayu kusen yang terpasang juga kering.

“Setelah saya konfirmasi kepada kepala tukang saya, itu dibiarkan kering dulu baru diplamir. Selanjutnya, setelah itu juga tunggu kering sebelum dicat. Untuk masalah pintu dan jendela, memang terakhir. Karena tahapanya setelah selesai semua baru dipasang sambil tunggu kayunya kering juga,” terangnya.

Sedangkan, RTLH di Ketapang, pembangunan sudah selesai seperti di RAB. Sisanya tugas dari LPM untuk mencarikan dana swadaya.

“Dan, dari awal sudah sepakat. Ini orangnya yang kurang sabar menunggu LPM mengumpulkan dana swadaya. Saya juga sudah siap untuk urunan menambah dana swadaya itu,” pungkasnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/