alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Pindahkan Alat Medis Puskesmas Sukapura sebelum Direhab

SUKAPURA, Radar Bromo – Rehabilitasi Puskesmas Sukapura menjadi Puskesmas Pariwisata tinggal menunggu hari. Pasalnya, proses lelang telah usai dan pengerjaan proyek akan segera dilakukan. Pemindahan layanan kesehatan akan dilakukan setelah menemukan lokasi yang tepat.

Saat ini petugas dari Puskesmas Sukapura sedang mempersiapkan tempat pelayanan kesehatan sementara. Upaya ini dilakukan agar tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan pada warga Kecamatan Sukapura. Pemilihan tempat masih dilakukan mengingat banyak barang yang harus dipindahkan, sebelum puskesmas direhab.

“Sudah taken kontrak dengan pihak ketiga. Sebelum proyek dilaksanakan terlebih dahulu akan dilakukan pemindahan barang. Sekarang masih dicari tempat yang layak,” ujar Kasubbag Perencanaan Dinkes Kabupaten Probolinggo Wahyuni.

Menurutnya ada beberapa alternatif ruangan yang dapat ditempati barang. Baik untuk perlengkapan medis dan barang lain penunjang layanan kesehatan. Salah satunya ruangan kantor desa terdekat yang memiliki ruangan yang cukup luas, tingkat kebersihan dan sanitasi yang baik serta memiliki jarak yang tidak jauh dari puskesmas awal.

“Nantinya mungkin akan dilakukan pemindahan barang di kantor desa terdekat. Ini masih kami komunikasikan dengan baik dan segera. Agar proyek dapat cepat dilaksanakan,” jelasnya.

Ditengah pandemi covid-19 rehabilitasi puskesmas tidak mengalami refocusing anggaran. Sebab pelayanan kesehatan yang baik harus tetap diberikan. Oleh karena itu rehab yang telah direncanakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 5 miliar terus berjalan.

Puskesmas yang saat ini tengah dikerjakan nantinya memiliki penyesuaian layanan. Disamping memberikan pelayanan dan penanganan medis, juga akan dilengkapi layanan pijat tradisional. Namun demikian pelatihan kemampuan bahasa asing tetap diberikan kepada petugas puskesmas.

“Memang diproyeksikan untuk wisatawan baik lokal maupun asing, jadi kemampuan bahasa asing harus dikuasai. Agar dapat berkomunikasi dengan pasien secara lancar sehingga pelayanan bisa lebih optimal,” tuturnya. (ar/fun)

SUKAPURA, Radar Bromo – Rehabilitasi Puskesmas Sukapura menjadi Puskesmas Pariwisata tinggal menunggu hari. Pasalnya, proses lelang telah usai dan pengerjaan proyek akan segera dilakukan. Pemindahan layanan kesehatan akan dilakukan setelah menemukan lokasi yang tepat.

Saat ini petugas dari Puskesmas Sukapura sedang mempersiapkan tempat pelayanan kesehatan sementara. Upaya ini dilakukan agar tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan pada warga Kecamatan Sukapura. Pemilihan tempat masih dilakukan mengingat banyak barang yang harus dipindahkan, sebelum puskesmas direhab.

“Sudah taken kontrak dengan pihak ketiga. Sebelum proyek dilaksanakan terlebih dahulu akan dilakukan pemindahan barang. Sekarang masih dicari tempat yang layak,” ujar Kasubbag Perencanaan Dinkes Kabupaten Probolinggo Wahyuni.

Menurutnya ada beberapa alternatif ruangan yang dapat ditempati barang. Baik untuk perlengkapan medis dan barang lain penunjang layanan kesehatan. Salah satunya ruangan kantor desa terdekat yang memiliki ruangan yang cukup luas, tingkat kebersihan dan sanitasi yang baik serta memiliki jarak yang tidak jauh dari puskesmas awal.

“Nantinya mungkin akan dilakukan pemindahan barang di kantor desa terdekat. Ini masih kami komunikasikan dengan baik dan segera. Agar proyek dapat cepat dilaksanakan,” jelasnya.

Ditengah pandemi covid-19 rehabilitasi puskesmas tidak mengalami refocusing anggaran. Sebab pelayanan kesehatan yang baik harus tetap diberikan. Oleh karena itu rehab yang telah direncanakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 5 miliar terus berjalan.

Puskesmas yang saat ini tengah dikerjakan nantinya memiliki penyesuaian layanan. Disamping memberikan pelayanan dan penanganan medis, juga akan dilengkapi layanan pijat tradisional. Namun demikian pelatihan kemampuan bahasa asing tetap diberikan kepada petugas puskesmas.

“Memang diproyeksikan untuk wisatawan baik lokal maupun asing, jadi kemampuan bahasa asing harus dikuasai. Agar dapat berkomunikasi dengan pasien secara lancar sehingga pelayanan bisa lebih optimal,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/