alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Penjual Ikan Asap Kian Menjamur di Probolinggo

KADEMANGAN Memasuki Ramadan 1440 Hijriah, usaha ikan asap semakin menjamur di Kota Probolinggo. Bahkan, hampir di pelosok kampung selalu ada usaha ikan asap. Banyaknya penjual ikan asap di wilayah perkampungan tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membuat dan menjualnya.

Seperti Rudianto, 40, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan kedopok, Kota Probolinggo. Ia belum lama berjualan ikan asap. “Baru tiga hari saya jualan di depan rumah. Hasilnya memang tidak seramai yang berjualan di pinggir jalan. Tapi, lumayan bisa dapat penghasilan bersih Rp 50-100 ribu setiap hari,” ujarnya.

Ada beberapa jenis ikan yang disediakan Rudi. Seperti nila, mangla, pari, dan bandeng. Harga yang dijualnya beragam tergantung ukuran. “Ikannya lumayan mahal. Untuk ikan asap mulai Rp 10 ribu,” ujarnya.

Rudi mengaku, sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan mengasap ikan dilakukan hanya dari siang sampai sore menjelang Magrib. “Sekarang lebih sering ngasap ikan. Kalau ke sawah cuma pas ada orang panen,” ujarnya.

Selain Rudi, ada juga Muslihah, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ia berjualan ikan asap sejak awal Ramadan. Bisnis ini rutin dilakukan sejak 2018. “Kalau pas Ramadan begini banyak yang cari ikan asap. Lumayan jualannya,” ujarnya.

Sejumlah jenis ikan asap yang banyak dicari adalah mangla dan pari. Karenanya, Muslihah harus sering datang ke pasar ikan untuk mencari dua jenis ikan ini. “Saya biasa cari di Pasar Ikan Mayangan. Sekarang cuacanya di laut bagus, jadi tidak sulit buat cari ikan untuk diasap,” ujarnya.

Beberapa kali Muslihah mendapat pesanan ikan asap cukup banyak. Rupanya ikan asap yang dibuatnya digunakan buat takjil. “Yang beli tetangga dan pintar masak. Pesan 3 kilogram ikan asap buat isian lumpia sebagai gantinya daging ayam,” ujarnya. (put/rud)

 

 

KADEMANGAN Memasuki Ramadan 1440 Hijriah, usaha ikan asap semakin menjamur di Kota Probolinggo. Bahkan, hampir di pelosok kampung selalu ada usaha ikan asap. Banyaknya penjual ikan asap di wilayah perkampungan tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membuat dan menjualnya.

Seperti Rudianto, 40, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan kedopok, Kota Probolinggo. Ia belum lama berjualan ikan asap. “Baru tiga hari saya jualan di depan rumah. Hasilnya memang tidak seramai yang berjualan di pinggir jalan. Tapi, lumayan bisa dapat penghasilan bersih Rp 50-100 ribu setiap hari,” ujarnya.

Ada beberapa jenis ikan yang disediakan Rudi. Seperti nila, mangla, pari, dan bandeng. Harga yang dijualnya beragam tergantung ukuran. “Ikannya lumayan mahal. Untuk ikan asap mulai Rp 10 ribu,” ujarnya.

Rudi mengaku, sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan mengasap ikan dilakukan hanya dari siang sampai sore menjelang Magrib. “Sekarang lebih sering ngasap ikan. Kalau ke sawah cuma pas ada orang panen,” ujarnya.

Selain Rudi, ada juga Muslihah, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ia berjualan ikan asap sejak awal Ramadan. Bisnis ini rutin dilakukan sejak 2018. “Kalau pas Ramadan begini banyak yang cari ikan asap. Lumayan jualannya,” ujarnya.

Sejumlah jenis ikan asap yang banyak dicari adalah mangla dan pari. Karenanya, Muslihah harus sering datang ke pasar ikan untuk mencari dua jenis ikan ini. “Saya biasa cari di Pasar Ikan Mayangan. Sekarang cuacanya di laut bagus, jadi tidak sulit buat cari ikan untuk diasap,” ujarnya.

Beberapa kali Muslihah mendapat pesanan ikan asap cukup banyak. Rupanya ikan asap yang dibuatnya digunakan buat takjil. “Yang beli tetangga dan pintar masak. Pesan 3 kilogram ikan asap buat isian lumpia sebagai gantinya daging ayam,” ujarnya. (put/rud)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/