alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Dispendukcapil Kab Pasuruan Sudah Keluarkan 45 Ribu Suket

BANGIL, Radar Bromo – Kelangkaan blangko e-KTP (KTP elektronik), benar-benar berdampak terhadap pelayanan di Dispendukcapil. Pasalnya, gara-gara kelangkaan tersebut, Dispendukcapil hanya bisa mengeluarkan surat keterangan (suket).

Hingga kemarin, tercatat jumlah surat keterangan yang dikeluarkan Pemkab Pasuruan cukup banyak. Mencapai 45 ribu lembar.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengungkapkan, jumlah penerimaan blangko KTP elektronik memang terbatas. Meski pihaknya mengajukan lebih dari 45 ribu lembar, namun ketersediaan pusat hanya 500 lembar sebulan.

Hal inilah yang membuat pihaknya kesulitan melayani pencetakan KTP elektronik. Sehingga, pencetakan surat keterangan dilakukan sebagai gantinya.

“Saat ini kami hanya dijatah 500 per bulan. Sehingga, kami baru mengeluarkan suket untuk pemohon-pemohon baru. Karena jatah 500 lembar itu untuk menyelesaikan tunggakan,” tuturnya.

Sampai saat ini suket yang dikeluarkan mencapai kurang lebih 45 ribu lembar. Yudha mengaku tak mengetahui pasti tunggakan tersebut bisa terpenuhi. Karena ketersediaan blangko itu murni dari pusat.

Kondisi ini, diklaimnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan. Melainkan menyeluruh di Indonesia. “Kami tidak bisa berbuat banyak. Karena blangko tersebut dikeluarkan pusat. Dan kondisi ini, merata di Indonesia,” ulasnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Kelangkaan blangko e-KTP (KTP elektronik), benar-benar berdampak terhadap pelayanan di Dispendukcapil. Pasalnya, gara-gara kelangkaan tersebut, Dispendukcapil hanya bisa mengeluarkan surat keterangan (suket).

Hingga kemarin, tercatat jumlah surat keterangan yang dikeluarkan Pemkab Pasuruan cukup banyak. Mencapai 45 ribu lembar.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengungkapkan, jumlah penerimaan blangko KTP elektronik memang terbatas. Meski pihaknya mengajukan lebih dari 45 ribu lembar, namun ketersediaan pusat hanya 500 lembar sebulan.

Hal inilah yang membuat pihaknya kesulitan melayani pencetakan KTP elektronik. Sehingga, pencetakan surat keterangan dilakukan sebagai gantinya.

“Saat ini kami hanya dijatah 500 per bulan. Sehingga, kami baru mengeluarkan suket untuk pemohon-pemohon baru. Karena jatah 500 lembar itu untuk menyelesaikan tunggakan,” tuturnya.

Sampai saat ini suket yang dikeluarkan mencapai kurang lebih 45 ribu lembar. Yudha mengaku tak mengetahui pasti tunggakan tersebut bisa terpenuhi. Karena ketersediaan blangko itu murni dari pusat.

Kondisi ini, diklaimnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan. Melainkan menyeluruh di Indonesia. “Kami tidak bisa berbuat banyak. Karena blangko tersebut dikeluarkan pusat. Dan kondisi ini, merata di Indonesia,” ulasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/