Catatan Umrah (2): Berharap Kembali Bersama Keluarga

SETELAH berziarah dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Madinah, rombongan jamaah umrah bersama PT Yadika Amanah Sejahtera (PT YAMASA), tibalah saatnya melaksanakan ibadah umrah. Kami bertolak menuju Kota Makkah Al Mukarramah untuk melaksanakan niat suci sedari tanah air.

Muthawwif Ustad Mahsus Ali pun tak lupa meminta para jamaah untuk memperhatikan rukun umrah. Mulai dari berpakaian ihram, tawaf tujuh putaran, sai tujuh kali, tahalul, dan wajib umrah berihram dari miqat dan tentunya larangan-larangan ihramnya juga harus dihindari.

Dalam perjalanan dari Kota Madinah, jamaah berhenti di Masjid Abyar Ali atau Bir Ali untuk mengambil miqat. Di sana, ribuan jamaah berbagai travel dari tanah air termasuk PT YAMASA ini melaksanakan salat sunah Ihram, melafazkan niat umrah di atas kendaraan saat akan berangkat menuju Makkah, bertalbiah di atas kendaraan selama perjalanan mulai dari tempat miqat sampai Kota Makkah.

Setelah menempuh perjalanan selama sekitar 5 jam, jamaah tiba di Kota Suci Makkah Al Mukarramah, Sebelum melaksanakan ibadah umrah wajib, para jamaah menuju hotel untuk menikmati makan malam dan mempersiapkan diri menuju Masjidilharam untuk mengerjakan rukun umrah tawaf, sai, dan tahalul.

Sejumlah jamaah tak kuasa menahan air matanya ketika secara nyata melihat Kakbah. Mereka seakan tak percaya, benda suci yang selama ini hanya ada di angan-angan dan sekarang bisa secara langsung disaksikan di depan mata. Rasa syukur dan tahmid mereka panjatkan keharibaan Allah SWT.

Usai melaksanakan umrah kali pertama, Muthawwif Ustad Mahsus Ali terus meminta para jamaah untuk senantiasa memperbanyak ibadah mandiri di Masjidilharam seperti tawaf sunah dan memperbanyak tadarrusul Quran. Meski sejatinya, tanpa diminta pun sejumlah jamaah terlihat seakan tak mau beranjak dari tempat suci ini. Jamaah seakan tak ingin melewatkan sedetik pun tanpa beribadah.

Memasuki hari kedelapan, jamaah diajak berkunjung ke peternakan unta dan Masjid Hudaibiyah, tempat ini terdapat di sebelah barat daya Kota Makkah yang berjarak sekitar 22 kilometer. Sekarang tempat ini dikenal dengan nama Asyamisiy.

Kemudian, Hudaibiyah dikenal sebagai nama sebuah peperangan atau perjanjian antara kaum muslimin dan kuffar Quraisy yang terjadi pada tahun ke-6 hijriah pada bulan Dzulqa’idah. Sekarang tempat ini dipergunakan oleh para jamaah mengambil miqat untuk melaksanakan ibadah umrah kedua. Setelah itu, kembali ke hotel dan kemudian tawaf, sai dan tahalul, memperbanyak ibadah mandiri di Masjidilharam, seperti melaksanakan tawaf sunah, zikir, dan tadarus selama di Makkah sampai hari kesembilan.

Pada hari kesepuluh, jamaah berkunjung ke Jabal Tsur, Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, Masjid Jikronah, sekaligus mengambil miqat untuk umrah ketiga. Pada hari-hari selanjutnya, para jamaah terus diimbau untuk memperbanyak ibadah di Masjidilharam sebelum kembali ke tanah air.

Namun, sebelumnya dalam program kegiatan yang diberikan PT YAMASA, mengajak jamaah melaksanakan tawaf wadak atau tawaf perpisahan. Pada tawaf ini para jamaah dibimbing untuk memanjatkan puji syukur atas selesainya rangkaian ibadah umrah dan berdoa agar di kemudian hari diperkenankan kembali mengunjungi Baitullah bersama keluarga, teman, dan saudara. Baik untuk berumrah, lebih-lebih melaksanakan ibadah haji. Aamiin Ya Mujibbassaailiin.

Sebelum menuju Bandara King Abdul Aziz Senin ini (16/12), jamaah diajak tur Kota Jeddah. Salah satunya mengunjungi Museum Haramain dan Pantai Laut Merah. Di Museum Haramain, jamaah bisa mempelajari sejarah Masjidilharam dan Nabawi. Di museum yang berlokasi di perbukitan Ummul Joud, Makkah, ini banyak informasi terkait Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. (*)