Ada “What’s up, Bro!” di Gebyar Germas UPT Puskesmas Wonoasih

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Gebyar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) UPT Puskesmas Wonoasih, Kota Probolinggo, berjalan meriah. Ajang yang digelar di Jalan Jeruk, Kecamatan Wonoasih, Selasa (10/12), lalu itu merupakan kali ketiga yang dihelat tahun ini.

Gebyar Germas itu mengusung tema menarik, yakni “What’s up, Bro!” Tema itu merupakan singkatan dari Wonoasih Hidup Sehat tanpa Asap dan Batang Rokok.

SENAM: Germas What’s up, Bro! Dimulai dengan senam bersama di Halaman UPT. Piskesmas Wonoasih, Kota Probolinggo.

 

Acara itu diawali dengan senam bersama, tepat pukul 05.30. Di lokasi Germas, juga berjajar stan bazar sayur-mayur, buah, dan makanan-minuman sehat. Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah.

Pemotongan rokok raksasa yang terbuat dari bahan stereofoam oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo Hery Siswanto, S.Si., M.MKes. menjadi tanda dimulainya Germas UPT Puskesmas Wonoasih.

“Bahaya rokok mengancam kita semua. Komitmen mengubah perilaku agar bebas asap rokok, butuh peran serta seluruh komponen masyarakat,” ujar Hery.

“Harus dimulai dari diri sendiri dan masyarakat. Mengapa? Sebab, bahaya rokok tidak hanya menyerang perokok aktif saja. Perokok pasif, seperti ibu-ibu. Apalagi anak-anak yang sering terpapar asap rokok, jauh lebih berisiko terkena dampaknya, daripada yang merokok,” lanjut Hery.

Dokter Elisa Kristina, kepala UPT Puskesmas Wonoasih menyebut, hasil survei Keluarga Sehat (KS) Puskesmas Wonoasih sepanjang 2017-2019, permasalahan kesehatan yang muncul adalah permasalahan yang tidak merokok itu kecil sekali. Yakni, di bawah 30 persen dari total keluarga yang sekian ribu jumlahnya.

“Banyaknya jumlah anggota keluarga yang merokok ini, membuat kami berinisiatif menggelar Germas mengambil tema antirokok. Selain itu, beberapa waktu lalu, kami melakukan monev (monitoring dan evaluasi) dengan tim Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota yang dipimpin langsung oleh Bapak Asisten Paeni,” ujar dr Elisa.

KOMITMEN: Implementasi mengubah perilaku kebiasaan merokok dimulai dengan komitmen UPT Puskesmas Wonoasih dengan lintas sektor bersama-sama memerangi bahaya rokok.

 

Saat itu diketahui, kami menemukan di sekitar wilayah Puskesmas Wonoasih, belum menerapkan KTR sesuai Perda Nomor 125 Tahun 2018. “Isinya, jarak 100 meter dari puskesmas/lembaga pendidikan/sekolah tidak ada iklan rokok,” imbuh dr. Elisa.

Nah, germas bertema antirokok disebut sebagai tindak lanjut dari monev tersebut. “Dan, kami sudah melakukan penggantian iklan rokok yang terpasang itu dengan banner promosi kesehatan. Memang belum 100 persen, tapi yang pasti kami akan terus lakukan secara bertahap. Kalau dihubungkan, jumlah penderita penyakit paru-paru dan TBC di wilayah Puskesmas Wonoasih hingga Juli 2019 jumlahnya memang meningkat 2 kali lipat,” ungkapnya.

Sebagai upaya implementasi mengubah perilaku masyarakat agar mau berhenti merokok, UPT Puskesmas Wonoasih juga sudah menerapkan KTR di wilayahnya. Bukan saja berlaku bagi seluruh pegawai.

LOMBA: Camat Wonoasih Deus Nawandi (kaos putih) dan Kapolsek Wonoasih didampingi kepala UPT. Puskesmas Wonoasih dr. Elisa Kristina usai menyerahkan piala lomba-lomba Germas.

 

Bahkan, pengunjung puskesmas yang kedapatan merokok di UPT Puskesmas Wonoasih langsung diperingatkan melalui mikrofon pelayanan. Untuk mengatasi pengunjung yang bandel, petugas pun siap mengeluarkan pengunjung ke luar pagar puskesmas.

Implementasi mengubah perilaku kebiasaan merokok juga diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Di RT 04/RW 04 Kelurahan Wonoasih, misalnya. Ada Gerakan Celengan Antirokok. Setiap bapak-bapak atau anggota keluarga lainnya yang kedapatan merokok di dalam rumah, langsung didenda Rp 2 ribu. Denda yang masuk celengan ini, akhirnya dibelikan beras oleh ibu-ibu.

Dalam kesempatan tersebut, juga terselip penyerahan hadiah lomba cipta lagu Germas, lomba lukis dinding, dan lomba video kreatif.

TALKSHOW: Talkshow interaktif seputar hidup sehat dan bahaya rokok menjadi kegiatan puncak Germas UPT. Puskesmas Wonoasih What’s up, Bro!.

 

Puncaknya, ada talkshow interaktif sekaligus edukasi tentang hidup sehat dan bahaya rokok, cara-cara untuk berhenti rokok, hingga testimoni salah satu warga yang berhasil lepas dari kebiasaan merokok.

Selain dihadiri Plt Kadinkes Hery Siswanto, hadir pula Camat Wonoasih Deus Nawandi, S.STP., M.M. berikut Sekretaris Lurah, Kapolsek Wonoasih, lurah se-Kecamatan Wonoasih, kepala Puskesmas se-Kota Probolinggo, kader posyandu, lansia, hingga para sponsorship pendukung acara. (*/el)