Tarikan Terakhir Jadi Penentu Kemenangan Pemancing asal Jember

KADEMANGAN, Radar Bromo – Lomba Mancing di Kolam Bromo Fishing Jawa Pos Radar Bromo, selalu menyajikan persaingan menarik. Sabtu (14/9) malam, penentu kemenangan justru berada di detik-detik terakhir. Ketika panitia menghitung mundur 5 sampai 1, ada seorang peserta yang berhasil mendapatkan ikan terberat.

Dialah Imam Wahyudi, warga Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Pemancing di lapak 65 ini berhasil mengangkat ikan seberat 3,8 kilogram. Ternyata, lelenya menjadi yang terberat. Sehinga, dia dinobatkan sebagai juara pertama. Dia pun mendapatkan uang tunai Rp 4 juta.

Dengan bermodalkan hobi dan keyakinan, Yudi mengaku, tidak menyangka akan memenangkan perlombaan ini. “Saya tidak menyangka karena sudah masuk detik-detik terakhir. Saat itu saya pasrah saja,” ujarnya.

Yudi mengaku, kemarin merupakan kali pertama dirinya mengikuti Lomba Mancing di Kolam Bromo Fishing. Ia berharap, lomba ini makin sering digelar sehingga bisa menjadi wadah bagi para pemancing. “Mancing ini hobi, jadi tidak bisa ditukar dengan juara. Sebagai ungkapan syukur, nantinya akan ada makan-makan berasma teman grup mancing saya,” ujarnya.

Ketua Panitia Lomba Mancing Ainul Mashudi mengatakan, pihaknya rutin menggelar galatama setiap Sabtu malam. Sedangkan, untuk lomba berhadiah cukup besar digelar sebulan sekali. Sabtu (14/9) malam, pihaknya membuka lomba dengan uang pendaftaran Rp 150 ribu.

Antusiasme pemancing juga tinggi. Sejumlah 126 lapak yang disiapkan panitia full. “Juara pertama dapat uang Rp 4 juta dan juara kedua dapat uang tunai Rp 2 juta,” ujarnya.

Lomba ini juga mendapatkan dukungan dari UKM Kedai Kelor asal Kelurahan Kebonsasi Kulon, Kecamatan Kanigaran. Malam itu, UKM ini membuka lapak di area kolam pancing. Mereka menyajikan beragam olahan makanan berbahan baku kelor. “Ada mi ayam kelor, teh kelor, dan kelor jahe. “Itu, menjadi ciri khas perusahaan kami,” ujar Syaiful, owner CV Syafa Indonesa dengan brand Kedai Mie Kelor.

Syaiful menjelaskan, gizi kandungan kelor sangat tinggi. Sehingga, memberikan kesehatan pada tubuh. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan sejumlah Puskesmas dengan menjadikan produknya sebagai konsumsi pasien. “Bahkan, WHO (World Health Organization) menyampaikan, kelor ini akan menjadi solusi dalam pengentasan gizi buruk dunia,” ujarnya. (mg1/rud)