alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Kota Probolinggo Raih WTN, Masuk 10 Daerah tanpa Catatan di Jatim

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kota Probolinggo mendapat penghargaan berupa Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun ini. Bagi Kota Probolinggo, ini penghargaan yang ke 10.

Penghargaan itu diberikan Menteri Koordinator Kemaritiman di Jakarta Convention Center, Main Lobby Plenary Hall, di Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penghargaan diberikan Minggu (15/9).

Achmad Sudianto, penanggung jawab (Pj) sekda Kota Probolinggo menjelaskan, WTN itu diterima Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Tahun ini, WTN yang diterima yaitu Piala WTN Tanpa Catatan.

Penghargaan WTN diterima secara berturut-turut oleh Pemerintah Kota Probolinggo sejak 2008 sampai 2017 lalu. Pada tahun 2014, sempat meraih WTN Kencana. Tahun 2018 tidak ada WTN. Sebab, kementerian memulai penilaian WTN dengan format baru selama tahun 2018 yang diterima oleh pemerintah daerah saat Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2019.

Penilaian WTN meliputi lima pilar transportasi. Yaitu manajemen keselamatan jalan; jalan yang berkeselamatan; kendaraan yang berkeselamatan; perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan; penaganan pra dan pasca kecelakaan yang cepat dan tanggap.

Selain itu, rendahnya angka kecelakaan kendaraan bermotor dan adanya inovasi transportasi pelajar serta SIM pengujian kendaraan bermotor menambah nilai dalam kelayakan Pemerintah Kota Probolinggo mempertahankan penghargaan tersebut.

“Kalau indikatornya lumayan banyak, meliputi semua bidang perhubungan dengann bobot persentase masing-masing. Seperti lalu lintas (20 persen), angkutan umum (15 persen), sarana transportasi darat (25 persen), prasarana transportasi darat (15 persen) dan bidang umum (25 persen),” ujar Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Purwantoro.

Dan, hasilnya penerima sertifikat WTN sebanyak 145 kabupaten/kota; penerima Piala WTN Tanpa Catatan sebanyak 39 kabupaten/kota; Piala WTN dengan Catatan 38 kabupaten/kota.

Di Provinsi Jawa Timur, hanya ada 10 daerah penerima Piala WTN Tanpa Catatan. Yakni Kabupaten Banyuwangi, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kabupaten Jember, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo.

“Dari semua aspek, Kota Probolinggo telah memenuhi tata kelola transportasi yang baik dan ada sinergitas dengan semua stakeholder perhubungan yang saling mendukung seperti Polres Probolinggo Kota khususnya Satlantas, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja,” kata Purwantoro lagi.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Wali Kota Habib Hadi menegaskan penghargaan ini akan menjadi motivasi Pemerintah Kota Probolinggo dan seluruh warga kota agar lebih menyadari ketertiban berlalu lintas.

“Memang banyak tantangan dan hal-hal yang harus kita perbaiki, karena ini berhubungan dengan budaya atau kebiasaan masyarakat. Karena sejatinya, WTN ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang tranportasi,” ujar wali kota, yang menerima penghargaan didampingi Kepala Dishub Sumadi dan Kepala Dinas PUPR Amin Fredy.

“Semoga dengan Piala WTN Tanpa Catatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas dengan mengedepankan keselamatan bersama,” imbuhnya. (put/hn)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kota Probolinggo mendapat penghargaan berupa Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun ini. Bagi Kota Probolinggo, ini penghargaan yang ke 10.

Penghargaan itu diberikan Menteri Koordinator Kemaritiman di Jakarta Convention Center, Main Lobby Plenary Hall, di Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penghargaan diberikan Minggu (15/9).

Achmad Sudianto, penanggung jawab (Pj) sekda Kota Probolinggo menjelaskan, WTN itu diterima Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Tahun ini, WTN yang diterima yaitu Piala WTN Tanpa Catatan.

Penghargaan WTN diterima secara berturut-turut oleh Pemerintah Kota Probolinggo sejak 2008 sampai 2017 lalu. Pada tahun 2014, sempat meraih WTN Kencana. Tahun 2018 tidak ada WTN. Sebab, kementerian memulai penilaian WTN dengan format baru selama tahun 2018 yang diterima oleh pemerintah daerah saat Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2019.

Penilaian WTN meliputi lima pilar transportasi. Yaitu manajemen keselamatan jalan; jalan yang berkeselamatan; kendaraan yang berkeselamatan; perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan; penaganan pra dan pasca kecelakaan yang cepat dan tanggap.

Selain itu, rendahnya angka kecelakaan kendaraan bermotor dan adanya inovasi transportasi pelajar serta SIM pengujian kendaraan bermotor menambah nilai dalam kelayakan Pemerintah Kota Probolinggo mempertahankan penghargaan tersebut.

“Kalau indikatornya lumayan banyak, meliputi semua bidang perhubungan dengann bobot persentase masing-masing. Seperti lalu lintas (20 persen), angkutan umum (15 persen), sarana transportasi darat (25 persen), prasarana transportasi darat (15 persen) dan bidang umum (25 persen),” ujar Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Purwantoro.

Dan, hasilnya penerima sertifikat WTN sebanyak 145 kabupaten/kota; penerima Piala WTN Tanpa Catatan sebanyak 39 kabupaten/kota; Piala WTN dengan Catatan 38 kabupaten/kota.

Di Provinsi Jawa Timur, hanya ada 10 daerah penerima Piala WTN Tanpa Catatan. Yakni Kabupaten Banyuwangi, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kabupaten Jember, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo.

“Dari semua aspek, Kota Probolinggo telah memenuhi tata kelola transportasi yang baik dan ada sinergitas dengan semua stakeholder perhubungan yang saling mendukung seperti Polres Probolinggo Kota khususnya Satlantas, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja,” kata Purwantoro lagi.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Wali Kota Habib Hadi menegaskan penghargaan ini akan menjadi motivasi Pemerintah Kota Probolinggo dan seluruh warga kota agar lebih menyadari ketertiban berlalu lintas.

“Memang banyak tantangan dan hal-hal yang harus kita perbaiki, karena ini berhubungan dengan budaya atau kebiasaan masyarakat. Karena sejatinya, WTN ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang tranportasi,” ujar wali kota, yang menerima penghargaan didampingi Kepala Dishub Sumadi dan Kepala Dinas PUPR Amin Fredy.

“Semoga dengan Piala WTN Tanpa Catatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas dengan mengedepankan keselamatan bersama,” imbuhnya. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/