2018, Jumlah Nelayan di Kabupaten Pasuruan Meningkat Seribu Lebih

BANGIL – Jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan, meningkat pesat selama tahun 2018. Jika tahun 2017 ada 8.500 nelayan, tahun lalu meningkat jadi 9.977 nelayan.

Jumlah ini diketahui dari pendataan nelayan yang dilakukan pada akhir tahun 2018 oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan. Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan di Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menyebut, pendataan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan tiap tahun.

Tujuannya, untuk mengetahui perkembangan jumlah nelayan di kabupaten. Juga bisa dijadikan acuan saat ada sosialisasi atau pendataan dari pusat.

“Untuk tahun 2018 memang ada kenaikan, dan jumlahnya memang cukup tinggi. Ada total 9.977 nelayan. Sementara pada akhir 2017 ada 8.500 nelayan,” tuturnya.

Ini berarti ada kenaikan 1.477 nelayan. Menurut Alamsyah, kenaikan jumlah nelayan bisa terjadi karena memang ada nelayan baru. Bisa juga karena ada nelayan yang sebelumnya tidak terdata.

Kenaikan jumlah nelayan ini juga dinilainya wajar. Sebab, nelayan tradisional biasanya adalah pekerjaan turun- temurun. “Selain pekerjaan turun temurun, juga ada nelayan baru yang karena tidak mendapatkan pekerjaan lain, akhirnya menjadi nelayan,” terangnya.

Dengan makin banyaknya nelayan, Alamsyah mengakui bisa terjadi over fishing atau terlalu banyak mengambil ikan di lautan. Untuk mengantisipasinya, pemerintah daerah menurutnya akan rutin menebar benih ikan.

“Termasuk upaya untuk melarang alat tangkap berbahaya. Tujuannya agar ikan yang kecil-kecil tidak ikut tertangkap. Sehingga populasi ikan di lautan bisa tetap terjaga,” pungkasnya. (eka/hn)