Dishub Kota Pasuruan Kaji Pemanfaatan Bus Sekolah

BUTUH TRANSPORTASI MASAL: Sejumlah pelajar saat mendaftar sekolah di SMPN 1 Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu. SMPN 1 termasuk wilayah yang dilintasi jalur bus sekolah yang saat ini dibahas Dishub setempat. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo – Transportasi pelajar jadi salah satu perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan saat ini. Tahun depan, pemkot berencana untuk menyiapkan angkutan pelajar berupa bus sekolah.

Saat ini, usulan tersebut masih digodok. Rencananya, usulan itu bakal dimasukkan dalam pembahasan rancangan APBD (R-APBD) Kota Pasuruan.

Kabid Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Samsul Arifin mengungkapkan, bus sekolah itu merupakan angkutan khusus bagi pelajar di Kota Pasuruan. Rencananya bus ini akan beroperasi pada awal 2020, bila usulan pengadaan bus-nya disetujui saat pembahasan RAPBD 2020.

“Awalnya ada rencana untuk mulai lakukan uji coba tahun ini. Ternyata, tidak jadi dan diundur dengan direncanakan untuk diterapkan melalui APBD 2020,” ungkap Samsul Arifin.

Samsul –sapaan akrabnya- menjelaskan bus sekolah ini diharapkan menjadi solusi bagi pelajar yang tidak dilewati oleh angkutan kota (angkot). Nantinya, bus sekolah ini akan melakukan antar jemput pelajar setiap harinya saat ada jam sekolah.

Konsep bus sekolah sendiri saat ini terus dimatangkan. Bahkan, saat ini pihak dinas perhubungan (Dishub) sudah menyiapkan tiga alternatif yang akan dilewati jalur bus sekolah itu.

Alternatif pertama, dari kantor Dishub di Jalan Ahmad Yani melewati Jalan Irian Jaya, lalu Pasar Gadingrejo kemudian Jalan Halmahera, tembus SMPN 11. Selanjutnya, tembus Jalan Kolonel Sugiono lalu Jalan Yos Sudarso -SMPN 2-SMPN 1 lalu tembus Jalan Soekarno Hatta sebelum kembali ke kantor Dishub.

Alternatif kedua, dari kantor Dishub melewati Jalan Irian Jaya kemudian Jalan Bandar- Jalan Hang Tuah. Selanjutnya Jalan Halmahera-SMPN 11-Jalan Kalimantan, lalu Jalan Kolonel Sugiono-Jalan Yos Sudarso- SMPN 2 dan SMPN 1 kemudian Jalan Soekarno Hatta dan kembali ke kantor Dishub.

Sementara untuk alternatif ketiga menempuh rute yang lebih pendek. Mulai dari kantor Dishub melewati Jalan Yos Sudarso lalu SMPN 2 kemudian melewati SMPN 1, lalu Jalan Soekarno Hatta dan kembali ke Kantor Dishub.

“Ada tiga alternatif rute yang bisa dilintasi oleh bus sekolah nantinya. Ini masih dikaji lagi, rute makanah yang terbaik,”terang Samsul. Ia menyebut, untuk sementara, baru mengusulkan 1 unis bus sekolah.

Usulan menghidupkan bus sekolah di Kota Pasuruan itu pun jadi perhatian DPRD setempat. Ismu Hardiyanto menilai, usulan itu masih dipertimbangkan kembali. Hal itu dilakukan dengan melihat kemungkinan adanya perubahan rute untuk jalur angkot di kota.

Sebab angkot di Kota Pasuruan semakin sepi peminat. “Nanti kita lihat manakah yang lebih memungkinkan. Pengadaan bus sekolah ini atau merubah rute angkot untuk transportasi pelajar, sebagai solusi angkot yang sepi?” jelas Ismu. (riz/mie)