alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Duduk Perkara Heboh Kerabat Mau Kembalikan Bantuan Kursi Roda dari Wali Kota

KADEMANGAN, Radar Bromo-Merasa tersinggung, keluarga Markasan, penerima bantuan kursi roda dari Wali Kota Probolinggo, hendak mengembalikan pemberiannya. Alasannya, tidak suka karena pemberian bantuan itu dipublikasikan.

Bahkan, salah salah seorang kerabat Markasan, sampai menulis unek-uneknya di media sosial. Namun, ternyata, Markasan, orang yang diberi bantuan mengaku masih sangat membutuhkan kursi roda. Serta, tidak tahu menahu dengan postingan kerabatnya.

Postingan itu ditulis akun atas nama Ipank. Bunyinya; Teruntuk walikota Probolinggo, kami dari pihak keluarga yang menerima bantuan berupa kursi roda ingin mengembalikan bantuan bapak karena kami tidak suka kl kami dibantu hanya untuk dipublikasikan ke media salam dari kami atas nama seluruh keluarga bpk Markasan triwung kidul.

Adanya postingan ini pun menuai pro-kontra. Sedangkan, Markasan mengaku selama ini hidup sebatang kara. Pria yang terserang penyakit stroke sejak setahun lalu itu, mengaku tidak tahu-menahu masalah postingan kerabatnya.

“Saya tidak pegang HP. Dulu saya kerja jadi tukang bangunan. Setelah ibu dan ayah meninggal beberapa tahun lalu, saya kena stroke,” ujar warga RT 3/RW 4 Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan   tersebut.

Ia mengaku memiliki dua saudara. Tetapi, kini hanya tinggal dirinya yang masih hidup. “Saya tinggal sendiri. Untuk makan dan lainnya, saya dibantu Budhe. Termasuk yang merawat, membantu memandikan, dan lainnya,” jelasnya.

Ia mengaku kaget dengan adanya kabar postingan yang mempermasalahkan pemberian wali kota. Kursi roda itu masih dibutuhkan karena sangat membantu. “Saya butuh kursi roda itu, kok malah mau dikembalikan,” ujar pria 56 tahun itu sembari mengusap air matanya.

KADEMANGAN, Radar Bromo-Merasa tersinggung, keluarga Markasan, penerima bantuan kursi roda dari Wali Kota Probolinggo, hendak mengembalikan pemberiannya. Alasannya, tidak suka karena pemberian bantuan itu dipublikasikan.

Bahkan, salah salah seorang kerabat Markasan, sampai menulis unek-uneknya di media sosial. Namun, ternyata, Markasan, orang yang diberi bantuan mengaku masih sangat membutuhkan kursi roda. Serta, tidak tahu menahu dengan postingan kerabatnya.

Postingan itu ditulis akun atas nama Ipank. Bunyinya; Teruntuk walikota Probolinggo, kami dari pihak keluarga yang menerima bantuan berupa kursi roda ingin mengembalikan bantuan bapak karena kami tidak suka kl kami dibantu hanya untuk dipublikasikan ke media salam dari kami atas nama seluruh keluarga bpk Markasan triwung kidul.

Adanya postingan ini pun menuai pro-kontra. Sedangkan, Markasan mengaku selama ini hidup sebatang kara. Pria yang terserang penyakit stroke sejak setahun lalu itu, mengaku tidak tahu-menahu masalah postingan kerabatnya.

“Saya tidak pegang HP. Dulu saya kerja jadi tukang bangunan. Setelah ibu dan ayah meninggal beberapa tahun lalu, saya kena stroke,” ujar warga RT 3/RW 4 Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan   tersebut.

Ia mengaku memiliki dua saudara. Tetapi, kini hanya tinggal dirinya yang masih hidup. “Saya tinggal sendiri. Untuk makan dan lainnya, saya dibantu Budhe. Termasuk yang merawat, membantu memandikan, dan lainnya,” jelasnya.

Ia mengaku kaget dengan adanya kabar postingan yang mempermasalahkan pemberian wali kota. Kursi roda itu masih dibutuhkan karena sangat membantu. “Saya butuh kursi roda itu, kok malah mau dikembalikan,” ujar pria 56 tahun itu sembari mengusap air matanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/