alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Biaya Haji Naik, Selisih Dianggap Lunas

PROBOLINGGO-Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayar calon jamaah haji (CJH) dipastikan naik. Tahun ini mencapai Rp 39.886.009. Namun, CJH yang sudah melunasi Bipih tahun 2020 sebesar Rp 35 juta, tidak lagi dibebani biaya selisih yang mencapai Rp 4,8 juta.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Probolinggo Moch Sugianto mengatakan, kenaikan Bipih disetujui saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI dan Kemenag RI. Disepakati, rata-rata Bipih Tahun 1443 H/2022 M, per jamaah untuk haji reguler sebesar Rp 81.747.844.

Dengan rincian, Bipih atau biaya yang dibayar langsung oleh jamaah haji rata-rata per jamaah sebesar Rp 39.886.009. Kemudian ada biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji per jamaah sebesar Rp 41.053.216.

”Sudah disekapakati juga bahwa tambahan biaya jamaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M tidak dibebankan kepada Jamaah. Tetapi, dibebankan kepada alokasi Virtual Account. Alokasi Virtual Account Jamaah Lunas Tunda sampai dengan Juni 2022 adalah rata-rata Rp 4,69 juta per jamaah menjadi sumber pelunasan Bipih 2022,” katanya.

Sementara itu, asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH sebanyak 110.500 jamaah atau sebanyak 50 persen dari kuota haji tahun 2019. Dengan rincian kuota untuk jamaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang.

”Untuk kuota daerah, termasuk Kabupaten Probolinggo, masih menunggu penetapan resmi. Karena kuota sebanyak 101.660 orang atau 50 persen dari kuota tahun 2019 itu hanya asumsi,” terangnya.

Sub Koordinator Transportasi Perlengkapan Akomodasi Haji Reguler Kanwil Kemenag Jatim Husnul Khotimah menambahkan, persiapan pelaksanaan haji sudah dilakukan. Meskipun, belum ada penetapan resmi kuota haji tahun ini. Mulai persiapan akomodasi, asrama haji, dan penerbangan.

PROBOLINGGO-Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayar calon jamaah haji (CJH) dipastikan naik. Tahun ini mencapai Rp 39.886.009. Namun, CJH yang sudah melunasi Bipih tahun 2020 sebesar Rp 35 juta, tidak lagi dibebani biaya selisih yang mencapai Rp 4,8 juta.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Probolinggo Moch Sugianto mengatakan, kenaikan Bipih disetujui saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI dan Kemenag RI. Disepakati, rata-rata Bipih Tahun 1443 H/2022 M, per jamaah untuk haji reguler sebesar Rp 81.747.844.

Dengan rincian, Bipih atau biaya yang dibayar langsung oleh jamaah haji rata-rata per jamaah sebesar Rp 39.886.009. Kemudian ada biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji per jamaah sebesar Rp 41.053.216.

”Sudah disekapakati juga bahwa tambahan biaya jamaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M tidak dibebankan kepada Jamaah. Tetapi, dibebankan kepada alokasi Virtual Account. Alokasi Virtual Account Jamaah Lunas Tunda sampai dengan Juni 2022 adalah rata-rata Rp 4,69 juta per jamaah menjadi sumber pelunasan Bipih 2022,” katanya.

Sementara itu, asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH sebanyak 110.500 jamaah atau sebanyak 50 persen dari kuota haji tahun 2019. Dengan rincian kuota untuk jamaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang.

”Untuk kuota daerah, termasuk Kabupaten Probolinggo, masih menunggu penetapan resmi. Karena kuota sebanyak 101.660 orang atau 50 persen dari kuota tahun 2019 itu hanya asumsi,” terangnya.

Sub Koordinator Transportasi Perlengkapan Akomodasi Haji Reguler Kanwil Kemenag Jatim Husnul Khotimah menambahkan, persiapan pelaksanaan haji sudah dilakukan. Meskipun, belum ada penetapan resmi kuota haji tahun ini. Mulai persiapan akomodasi, asrama haji, dan penerbangan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/