alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Walau Libur Imlek, Penumpang di Terminal Unsur Merosot

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Libur Imlek yang bersamaan dengan akhir pekan tidak lantas membuat okupansi di Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan, meningkat. Adanya larangan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bepergian, membuat kondisi Terminal Unsur, semakin sepi.

Pengawas Angkutan Jalan dan Terminal Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Probolinggo Dinas Perhubungan Jawa Timur Yulianto mengatakan, jumlah bus dan penumpang yang masuk Terminal Unsur sangat minim. Sabtu (13/2) mulai pukul 07.00 sampai 19.00, armada Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) yang masuk terminal hanya 86 kendaraan dengan total penumpang 2.137 orang.

Menurutnya, jumlah itu menurun dibandingkan saat normal ada 130 AKDP dengan 3.193 penumpang. “Periode Sabtu (13/2) pukul 19.00 hingga Minggu (14/2) pukul 07.00 juga tidak banyak berubah. Sekitar 23 AKDP yang masuk dengan penumpang 216 orang. Kalau normal bisa 51 AKDP dengan 1.013 penumpang,” ujarnya.

Anto -sapaannya- menjelaskan, kondisi ini disebabkan dua faktor. Pertama adanya larangan bagi ASN tidak bepergian. Sehingga, mereka memilih tetap di rumah. Serta, adanya kereta api (KA) komuter AC relasi Pasuruan-Surabaya dengan harga yang relatif lebih terjangkau dan lebih cepat. Banyak masyarakat yang lebih memilih naik KA ini daripada bus, karena lebih efisien dari segi waktu dan tarif yang dikeluarkan.

“Hal ini membuat AKDP terdampak. Makanya selama libur tiga hari ini kondisi Terminal Unsur malah lebih sepi dari sebelumnya. Saat ini juga ada sarana transportasi lain yang bisa digunakan masyarakat,” ujarnya. (riz/rud/fun)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Libur Imlek yang bersamaan dengan akhir pekan tidak lantas membuat okupansi di Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan, meningkat. Adanya larangan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bepergian, membuat kondisi Terminal Unsur, semakin sepi.

Pengawas Angkutan Jalan dan Terminal Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Probolinggo Dinas Perhubungan Jawa Timur Yulianto mengatakan, jumlah bus dan penumpang yang masuk Terminal Unsur sangat minim. Sabtu (13/2) mulai pukul 07.00 sampai 19.00, armada Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) yang masuk terminal hanya 86 kendaraan dengan total penumpang 2.137 orang.

Menurutnya, jumlah itu menurun dibandingkan saat normal ada 130 AKDP dengan 3.193 penumpang. “Periode Sabtu (13/2) pukul 19.00 hingga Minggu (14/2) pukul 07.00 juga tidak banyak berubah. Sekitar 23 AKDP yang masuk dengan penumpang 216 orang. Kalau normal bisa 51 AKDP dengan 1.013 penumpang,” ujarnya.

Anto -sapaannya- menjelaskan, kondisi ini disebabkan dua faktor. Pertama adanya larangan bagi ASN tidak bepergian. Sehingga, mereka memilih tetap di rumah. Serta, adanya kereta api (KA) komuter AC relasi Pasuruan-Surabaya dengan harga yang relatif lebih terjangkau dan lebih cepat. Banyak masyarakat yang lebih memilih naik KA ini daripada bus, karena lebih efisien dari segi waktu dan tarif yang dikeluarkan.

“Hal ini membuat AKDP terdampak. Makanya selama libur tiga hari ini kondisi Terminal Unsur malah lebih sepi dari sebelumnya. Saat ini juga ada sarana transportasi lain yang bisa digunakan masyarakat,” ujarnya. (riz/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/