alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Dana Kelurahan Kota Pasuruan di 2021 Menyusut Jadi Rp 300 Juta

PASURUAN, Radar Bromo– Dana Kelurahan di Kota Pasuruan tahun ini dipastikan menyusut dibandingkan sebelumnya. Itu lantaran pemerintah pusat tidak mengucurkan dana alokasi umum (DAU) tambahan. Sehingga Dana Kelurahan hanya bersumber dari APBD 2021.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Pasuruan, Mochamad Amien memastikan bahwa Pemkot Pasuruan tetap mengalokasikan Dana Kelurahan melalui APBD. Sebab dana kelurahan itu sudah diatur dalam UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Jadi sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan sedikitnya 5 persen dari APBD untuk Dakel,” katanya.

Dia tak merigid berapa total anggaran yang dialokasikan Pemkot untuk Dana Kelurahan (Dakel) tahun ini. Akan tetapi, besaran Dakel untuk setiap kelurahan berbeda. Hal itu tergantung usulan perencanaan dari masing-masing kelurahan.

“Sekarang mulai proses usulan perencanaan dari kelurahan-kelurahan,” terang dia.

Menurutnya, sebanyak 34 kelurahan harus lebih dulu mengajukan Dakel berdasarkan perencanaan yang disusun dalam Musrenbang kelurahan. Setelah itu, baru diproses pencairan Dakel untuk digunakan pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

“Jadi kalau besarannya tidak sama. Tergantung usulan dari kelurahan. Kalau diambil rata-rata kisaran Rp 300 juta untuk tiap kelurahan,” tambah Amien.

Angka itu terbilang lebih rendah daripada Dakel yang dikucurkan Pemkot tahun lalu. Pada 2020, Dakel yang dikucurkan senilai Rp 366 juta. Ada kenaikan dibandingkan tahun 2019 yang senilai Rp 352,9 juta.

“Tahun ini memang tidak ada DAU tambahan dari pusat, jadi hanya dialokasikan dari APBD murni,” tandasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo– Dana Kelurahan di Kota Pasuruan tahun ini dipastikan menyusut dibandingkan sebelumnya. Itu lantaran pemerintah pusat tidak mengucurkan dana alokasi umum (DAU) tambahan. Sehingga Dana Kelurahan hanya bersumber dari APBD 2021.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Pasuruan, Mochamad Amien memastikan bahwa Pemkot Pasuruan tetap mengalokasikan Dana Kelurahan melalui APBD. Sebab dana kelurahan itu sudah diatur dalam UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Jadi sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan sedikitnya 5 persen dari APBD untuk Dakel,” katanya.

Dia tak merigid berapa total anggaran yang dialokasikan Pemkot untuk Dana Kelurahan (Dakel) tahun ini. Akan tetapi, besaran Dakel untuk setiap kelurahan berbeda. Hal itu tergantung usulan perencanaan dari masing-masing kelurahan.

“Sekarang mulai proses usulan perencanaan dari kelurahan-kelurahan,” terang dia.

Menurutnya, sebanyak 34 kelurahan harus lebih dulu mengajukan Dakel berdasarkan perencanaan yang disusun dalam Musrenbang kelurahan. Setelah itu, baru diproses pencairan Dakel untuk digunakan pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

“Jadi kalau besarannya tidak sama. Tergantung usulan dari kelurahan. Kalau diambil rata-rata kisaran Rp 300 juta untuk tiap kelurahan,” tambah Amien.

Angka itu terbilang lebih rendah daripada Dakel yang dikucurkan Pemkot tahun lalu. Pada 2020, Dakel yang dikucurkan senilai Rp 366 juta. Ada kenaikan dibandingkan tahun 2019 yang senilai Rp 352,9 juta.

“Tahun ini memang tidak ada DAU tambahan dari pusat, jadi hanya dialokasikan dari APBD murni,” tandasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/