Pertengahan Desember, Baru 8 Kecamatan Lunasi PBB

SANTAI: Dua bocah bersepeda di Jalan Dusun Gayam, Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, beberapa waktu lalu. Kecamatan Pakuniran termasuk salah satu dari 8 kecamatan yang sejauh ini telah melunasi PBB-nya. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Tahun ini Pemkab Probolinggo menargetkan bisa mendapatkan Rp 10,7 miliar dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, sejauh ini baru terealisasi sekitar 83 persen atau Rp 8,9 miliar. Artinya, masih kurang sekitar Rp 1,7 miliar untuk mencapai target.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, sampai Kamis (13/12) hanya 8 kecamatan yang PBB-nya lunas 100 persen. Meliputi Kecamatan Krejengan, Dringu, Pakuniran, Sumber, Lumbang, Sukapura, Bantaran, dan Kecamatan Kuripan. Sedangkan, kecamatan lainnya belum mencapai 100 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, setiap tahun PBB selalu menjadi sumber pendapatan daerah yang besar. Namun, targetnya tidak bisa menaikkan terlalu tinggi. Sebab, PBB akan ada perubahan kenaikan jika ada penambahan bangunan yang dilaporkan. Sehingga, mengubah tagihan PBB-nya. “Tahun ini targetnya (PBB) sekitar Rp 10,7 miliar. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah terealisasi sekitar 83 persen,” ujarnya.

Soal masih jauh dari capaian 100 persen, Santiyono mengaku, masih memiliki waktu sekitar 3 minggu hingga akhir 2018. Pihaknya juga sudah meminta semua pemerintah kecamatan dan desa untuk segera merealisasikan PBB 100 persen. “Semoga capaian 100 persen pelunasan PBB bisa dicapai,” harapnya.

Santiyono menjelaskan, sebenarnya capaian realisasi PBB sudah lumayan bagus. Dari 330 desa atau kelurahan, ada sekitar 222 desa atau kelurahan yang sudah lunas 100 persen. “Kami memberikan reward dan penghargaan bagi kecamatan, desa, dan petugas penagih yang sudah capaian PBB 100 persen,” ujarnya. (mas/rud)