Keamanan-Kesehatan Jadi Sorotan dalam Penilaian Lomba Toilet Bersih

CEK KEBERSIHAN: Juri Lomba Toilet Bersih gelaran Dinkes Kota Probolinggo melihat toilet milik Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, kamarin. (Mochammad Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Memasuki hari ketiga penilaian, juri Lomba Toilet Bersih gelaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo masih terus bergerilya. Rabu (13/11), mereka mendatangi 10 toilet di sejumlah kelurahan dan puskesmas.

Salah seorang juri, Ikhsan Mahmudi mengatakan dari 78 peserta, ada sekitar 10 peserta yang memiliki toilet bisa mengancam kesehatan dan keamanan. Salah satunya karena dapat menyebarkan virus. “Septictank minimal 10 meter dari sumber air yang diambil. Kejadian di lapangan ada beberapa tempat yang jaraknya masih dekat,” ujarnya.

Ikhsan menjelaskan, ketika jarak septictank dan sumber air tidak diperhatikan, dikhawatirkan akan merembes dan mencemarkan sumber air. Karenanya, dikhawatirkan menyebarkan bakteri salmonella typhi penyebab demam tifus, bakteri vibrio cholera penyebab kolera, virus penyebab hepatitis A, dan virus penyebab polio. “Alternatifnya, pemilik toilet paling tidak memindahkan sumber airnya. Karena pengeboran air lebih murah daripada memindah septictank,” ujarnya.

Selain itu, dalam kunjungan penilaian lapangan, para juri juga menemukan banyak toilet yang gelap karena konstruksi bangunannya. “Banyak toilet yang gelap, pencahayaannya kurang. Itu juga berpengaruh ketika proses pebersihan toilet,” ujar Ikhsan.

Beberapa bangun toilet juga memiliki ruang kosong di atas dan berisi kabel-kabel panjang. Ada juga toilet yang memiliki sekring listrik di dalam. “Air dan listrik ini dua elemen yang saling berkesinambungan dan membahayakan bagi nyawa manusia,” ujarnya. (mg1/rud)